Big Why Kenapa Pilih Ngeblog

 



Big Why Kenapa Harus Ngeblog?

Kenapa Harus Nulis?

   Menulis merupakah salah satu media yang bisa kita gunakan untuk mengekspresikan diri, mengungkapkan pendapat, keinginan dan minat diri. Banyak yang dapat kita peroleh ketika kita mulai memantapkan diri untuk menulis. Menulis bukan hanya sekedar untuk menebar kebermanfaatan, namun juga untuk mengasah kemampuan dan mengembangkan potensi diri. Mereka yang memutuskan untuk mulai menulis pasti memiliki "Big Why" Alasan terbesar mereka mulai menulis. Begitupun saya semenjak juni 2019 lalu mulai memberanikan diri mulai menekuni hobi menulis. Berawal mengikuti grup nulis bareng, kemudian mulai mengikuti event-event nulis, hingga ikut gabung bersama komunitas ODOP (One Day One Post) selama hampir 70 hari nggak berhenti menulis. Alhamdulillah bisa lulus menjadi keluarga besar ODOP ini.

        Dalam grup ODOP ini saya mulai tertarik dunia Blogger, mulai penasaran bagaimana menulis di blog dan mulai membentangkan sayap di dunia blogger ini (Hehehe kayak burung aja). Lalu kenapa sih orang harus memiliki Big Why dalam melakukan sesuatu? karena segala sesuatu tanpa adanya alasan yang kuat, tujuan yang jelas dan tekad yang kuat tidak akan maksimal dalam prosesnya dan tidak akan memuaskan nanti dalam hasilnya. Karena segala sesuatu yang dilakukan setengah hati akan menghasilkan hal yang setengah jadi. So, begitu sangat pentingnya "Big Why" dalam melakukan segala sesuatu.

 

Big Why Kenapa Harus Ngeblog?

Ada beberapa alasan yang menjadi motivasi saya untuk terus nulis di blog, yaitu:

  • Pertama Mengikat Ilmu

Umar bin Al-Khaththab Radliyallahu 'anhu berkata,

قَيِّدُوا الْعِلْمَ بِالْكِتَابِ

 Ikatlah ilmu dengan tulisan." (Abdur Ra'uf Al-Munawi, Faidlul Qadir, Juz 4, hlm. 530, no. 6167)

Kebanyakan ilmu adalah hasil mendengar, sedangkan hati terkadang tidak kuasa untuk menghafalnya maka tulisan hadir sebagai pengikat dan pengingat. Lupa merupakan hal yang manusiawi bagi semua orang. Bahasa Arabnya "lupa" yaitu "nisyan" yang seakar kata dengan lafadz "insan" artinya manusia, tempatnya salah dan lupa.

pernah nggak kalian mendapat suatu pengetahuan kemudian ketika kamu membutuhkan kembali pengetahuan itu kamu malah lupa. Nah alasan pertama saya mengapa pilih ngeblog yaitu untuk mengikat ilmu, mengabadikan apa yang pernah di dapat dalam sebuah tulisan dimana ketika saya butuh ada di blog dan bisa di baca kembali.  

  • Kedua Menulis Sebuah Kebenaran

Abu Sai’d Al-Khudri Radliyallahu‘anhu mengatakan: Rasulullah Saw. bersabda,

لَا تَكْتُبُوْا عَنِّي غَيْرُ القُرْآنِ

Janganlah kalian menulis dariku selain Alquran.” (HR. Muslim)

Ibnu Al-Atsir (606 H) menjelaskan maksud hadis ini adalah larangan mencatat hadis disatukan dengan Alquran dalam satu mushaf hingga bercampur dan menjadikan pembaca menganggap semuanya sama. (Jami’ al-Ushul, 8:32)

Hikmah adanya sebuah tulisan adalah kita mampu membedakan antara yang asli dan palsu, obat dan penyakit, kebaikan dan keburukan. Tulisan kita goreskan agar dunia membacanya, kemudian mereka mampu membedakan yang hak dan batil. Karena sebuah tulisan meskipun itu hanya satu kata, pasti bisa merubah dunia. Banyak diluaran sana tulisan-tulisan yang tidak baik, sumber yang tidak terpercaya atau bahkan menuliskan sebuah kebohongan. Nah alasan kedua saya menulis di blog adalah untuk mencoba membuat sebuah tulisan yang berisi suatu kebenaran dan sumber yang benar-benar dapat di percaya. karena terkadang tulisan kita bisa dijadikan sumber pengetahuan bagi seseorang. Mungkin menulis dengan sempurna saya belum bisa, setidaknya tulisan yang saya tulis bisa di jadikan pembanding dari tulisan-tulisan yang tersebar di luaran sana.

  • Ketiga Mengabadikan Ilmu

Rasulullah Saw bersabda:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ 

Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah darinya amalnya kecuali tiga. Shadaqah jariyah, ilmu yang dimanfaatkannya, atau anak salih yang mendoakannya.” (HR. Muslim, Sahih Muslim, 5:73:4310).

Ilmu menjadi tolak ukur dalam memahami segala sesuatu. Ilmu dikatakan bermanfaat, apabila orang yang berilmu dapat mengamalkan ilmunya untuk di terapkan. Apabila ilmu tidak diabadikan dalam sebuah tulisan baik itu berbentuk buku ataupun media lain, maka bagaimana orang lain akan mempelajari ilmu tersebut? Sehingga manfaat ilmu dapat tersebar secara terus menerus dengan menorehkannya ke dalam tulisan yang baik dan benar.

  • Keempat Warisan Terbaik

Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, sesungguhnya mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang telah mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Ilmu adalah warisan terbaik yang dapat diberikan oleh orang tua untuk anaknya. Mewariskan ilmu yang sangat bermanfaat untuk kehidupan anak- anak kita di masa yang akan datang. Mungkin tulisan saya bukan apa-apa untuk sekarang, tapi kelak ketika anak-anak membacanya semoga bisa menjadi sumber penerang bagi mereka dan menjadi sebuah motivasi bagi mereka untuk terus melakukan hal-hal baik.

Tidak di pungkiri, kita bisa mengtahui sejarah kehidupan di masalalu adalah dengan tulisan-tulisan dari masa lalu, bahkan kita belajar segala hal dari warisan para orangtua terdahulu. Menulislah untuk meninggalkan warisan terbaik bagi generasi kita selanjutnya, menulislah untuk memperbaiki peradaban.

  • Kelima Menyalurkan 20.000 kata

    Louanne Brizendine(2006) Dalam bukunya “The Female Brain”, menyatakan bahwa perempuan mengeluarkan 20.000 kata perhari dibandingkan laki-laki yang hanya menggunakan rata-rata sebanyak 7.000 kata setiap harinya. Hal inilah yang menjadikan kita semua perempuan membutuhkan sarana untuk menyalurkan kelebihan kita ini dalam bentuk lain yang lebih bermanfaat.

Salah satunya dengan menulis, dari pada kita berbicara tidak penting, memikirkan hal yang tidak bermanfaat, lebih baik kita tulis semua yang ingin kita sampaikan melalui sebuah tulisan yang dapat menginspirasi orang lain. Salah satu media yang saya pilih untuk menyalurkan 20.000 kata itu adalah dengan menulis di blog ini.

  • Keenam Agar Tetap Waras

Aktifitas menulis tidak dapat terlepas dari kebiasaan membaca, karena dengan membaca kita mampu melahirkan tulisan-tulisan yang luar biasa. Semakin banyak membaca, semakin kaya wawasan yang mencerdaskan. Selain mencerdaskan, menulis juga dapat menstabilkan emosi. Di balik sibuknya diri dalam keseharian, kita perlu adanya sarana untuk mengeluarkan unek-unek dan beban di jiwa. Salah satunya dengan menulis di blog ini saya bisa mengugkapkan semua unek-unek dan beban dalam hidup serta harapan dalam hidup. 

  • Ketujuh Waktu Luang Menjadi Bermanfaat

Nabi Muhammad bersabda:

"Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang." (HR. Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Di balik kesibukan kita dalam keseharian, kita harus mampu memanfaatkan waktu luang. Mengisinya dengan kegiatan yang bermanfaat untuk diri dan orang lain. Menulis di blog menjadi salah satu pilihan saya dalam mengisi waktu luang, di tengah kesibukan sebagai ibu rumah tangga dan seorang pendidik. Harus mampu membagi waktu dan terus berkarya meski kadang merasa lelah, tapi dengan menulis melewati hari-hari terasa begitu ringan.

  • Kedelapan Berbagi Motivasi Diri

Allah Ta’ala berfirman,

ﻟَّﻘَﺪْ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺃُﺳْﻮَﺓٌ ﺣَﺴَﻨَﺔٌ ﻟِّﻤَﻦ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺮْﺟُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺍْﻷَﺧِﺮَ ﻭَﺫَﻛَﺮَ ﺍﻟﻠﻪَ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS. Al-Ahzab: 21).

Para ulama dahulu sangat paham bahwa murid mereka tidak hanya mengambil ilmu darinya, tetapi juga mencontoh bagaimana penerapan ilmu mereka. Sebagai seorang pendidik ataupun bukan, kita harus bisa menjadi pemberi motivasi yang menginspirasi bagi orang lain untuk mereka berani melangkah, berubah dan menebar kebiasaan menulis. Menjadi seseorang yang mampu memotivasi dan menginspirasi orang lain, melalui karya-karya kita yang nyata dan mengunggah hati. Karena mungkin saja hidayah Allah datang kepada seseorang ketika mereka membaca sebuah tulisan atau karya kita.

  • Kesembilan Menebar Kebermanfaatan Diri

Pada hakikatnya, apapun tujuan kita menulis, selama itu dilakukan dengan tujuan yang baik, Insya Allah akan menghasilkan kebaikan pula. Di mana pun kita berada, apapun atribut yang kita sandang tidak menjadi sebuah permasalahkan, karena yang paling penting adalah kita menulis sesuatu secara maksimal sesuai dengan apa yang menjadi minat kita dan terus menerus belajar serta memperbaiki kualitas tulisan kita sepanjang waktu.

Sebuah riwayat menyebutkan: “Sebaik-baik manusia di antara kamu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.” (H.R. Bukhari).

Menebar kebermanfaatan bisa dilakukan melalui berbagai hal dan berbagai cara. Sedikit ikhtiar kita semoga selalu menjadi sebuah kebaikan untuk diri dan orang lain. Aamiin.

         Mungkin itulah ke sembilan Big Why Kenapa pilih ngeblog, sebenarnya ada berjuta alasan yang tidak bisa di tulisan di sini. Cukup saya dan Tuhanlah yang tahu. Hehe


Pangalengan, 03 Maret 2021.

 

 


Ketika Allah Memilihmu

 


Payung memang tak bisa hentikan derasnya hujan, tapi dengan adanya payung setidaknya kita masih bisa berjalan di tengah derasnya hujan. Begitupula dengan kesabaran, ketika Allah memilihmu untuk menjalani sebuah ujian kehidupan yakinlah Dia Allah SWT memberimu itu bukan tanpa tujuan dan maksud yang salah.~

***

KETIKA ALLAH MEMILIHMU: Jangan Pernah Salahkan Takdir 


 Allah telah memilihmu, keberadaanmu hari ini ada di dunia karena sudah termaktub dalam takdir dari-Nya. Dia Allah telah memilihmu untuk menjalani kehidupanmu saat ini. Kamu adalah seorang pemenang, patut kamu syukuri bahwa ketika kamu bisa terlahir ke dunia ini karena melalui proses kompetisi. Kamu terlahir ke dunia melalui berbagai rintangan terlebih dahulu. Sebelum kamu terlahir sebagai manusia sempurna, kamu adalah salah satu dari jutaan sel sperma yang berada di dalam Rahim ibumu. Berkompetisi dengan jutaan sel sperma lainnya untuk menjadi seorang pemenang. Dengan izin dari-Nya kamu terpilih menjadi seorang pemenang itu. Jadikanlah mental pemenang terus tumbuh dalam diri dan pikiranmu. Jangan sampai karena kesedihan, penderitaan, keterpurukan dan kepahitan dalam hidup mengalahkan mental pemenang yang ada dalam dirimu. Kamu kuat karena Allah telah memilihmu sebagai pemenang itu. 

Allah Ta'ala berfirman:

وَلَا تَهِنُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Wa lā tahinụ wa lā taḥzanụ wa antumul-a'launa ing kuntum mu`minīn

Artinya: "Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman". QS. Ali 'imran (3):139.

 

Seorang mukmin itu harus kuat, karena ini adalah bukti kecintaanmu pada-Nya. Yang telah memilihmu untuk menjalani kehidupan di dunia ini. kuat dalam menjalani setiap ujian dari-Nya, terus lalui dan bangkit dari setiap kesulitan dalam kehidupan. Berpegang teguh dengan pertolongan-Nya, Jangan pernah merasa lemah dan terus bersedih hati karena ujian yang Allah berikan untukmu. 


Dari sesuatu yang kita anggap buruk, di sanalah letak kebaikan yang sebenarnya.


Kisah nyata seorang pemuda, meninggalkan tanggungjawabnya sebagai pengajar di sebuah madrasah, demi mengejar impiannya menjadi ulama. Bertahun-tahun Ia menuntut ilmu di beberapa Pondok Pesantren, berpindah-pindah dari satu pesantren ke Persantren lainnya, berharap impiannya menjadi seorang ulama segera berbuah kenyataan. Akan tetapi Allah berkehendak lain, Allah Ta'ala telah memilihnya untuk kembali berjihad menjadi seorang pengajar di madrasah yang telah ia tinggalkan.

 

Pemuda itu sempat bersedih hati karena kenyataan yang terjadi padanya, Ia tidak mengerti mengapa usaha yang selama ini Ia usahakan tidak berbuah keberhasilan, Ia hanya bisa terus menjalani apa yang telah terjadi sekarang dalam takdirnya. Akhirnya pemuda itupun kembali menjadi seorang pengajar di madrasah, meninggalkan impiannya menjadi seorang ulama. Allah tidak pernah salah menetapkan takdir baginya, kini pemuda itu menjadi salah seorang penggerak kebangkitan madrasah itu; berawal dari santri yang sedikit, kini santri pun bertambah banyak, pembelajaran di madrasah semakin membaik, renovasi demi renovasi terus dilakukan, madrasah yang dulunya ia sempat tinggalkan, kini menjadi ladang jihad paling mulia yang ia dapatkan.

 

Begitulah Allah tidak mungkin salah dalam memilihmu untuk menjalani setiap kesulitan dan ujian dalam kehidupanmu. Setiap takdir dari-Nya adalah ketetapan terbaik untukmu. Meskipun jalan berduri yang harus kamu lewati, meskipun bara api yang harus kamu lalui. Yakinlah Allah tidak akan pernah salah dalam menakdirkan. Pahamailah isyarat cinta dari-Nya, karena bisa saja kesulitan demi kesulitan yang Dia berikan adalah bukti kecintaannya untukmu. Allah sedang mendidikmu menjadi hamba-Nya yang kelak lebih dewasa dalam menjalani kehidupan dan menjadi sosok yang lebih sempurna serta layak di sebut sebagai hamba-Nya yang paling mulia.


Bukan, bukan salah takdir yang menetapkan. Tapi karena akhlak yang diutamakan, bisa saja apa yang kita pandang buruk dari sesuatu, terdapat berjuta kebaikan di dalamnya untuk diri kita. (@yani_dayanti)

 

Ketika Allah mengujimu dengan kesedihan, kehilangan dan ketakutan beruntunglah kamu telah Allah pilih untuk menjalani semua itu. Tanda Allah menyayangi hamba-Nya bukan hanya dengan diberikannya ujian berupa kesenangan saja tapi tanda Allah menyayangi hamba-Nya bisa berupa kesedihan dan hal serupa lainnya. Saat pertahanan hati mulai runtuh katakanlah pada diri "aku baik-baik saja" yakin atas segala pertolongan Allah dan tetap berbaik sangka atas apa yang telah diberikan-Nya untukmu.

Belajar dari kisah Anida, dahulu ketika Anida masih anak-anak, Anida sempat kagum dengan salah satu sosok guru waktu di SD, beliau adalah sosok guru yang penuh wibawa, dengan pribadi yang berkarakter, penuh kasih dalam mendidik. Anida sangat termotivasi untuk bisa menjadi seperti beliau, ya dulu mimpi Anida ingin menjadi seorang guru.

 

Seiring berjalannya waktu ketika Anida duduk di bangku SMP, Anida sangat suka sekali maju ke depan untuk mengulas pembelajaran. Ketika guru meminta seseorang maju ke depan pasti Anida akan menjadi orang pertama yang mengajukan diri. Saat itu serasa Anida menjadi seorang guru yang sedang mengajar di dalam kelas. Bahkan ketika guru tidak ada dan harus menulis pelajaran, maka Anida akan menjadi orang pertama yang mengajukan diri untuk menulis di papan tulis ataupun mendikte pembelajaran yang harus di tulis oleh semua teman-temannya di kelas. Cita-cita Anida untuk menjadi seorang guru semakin kuat ketika itu. Beranjak kebangku Sekolah Menengah Kejuruan cita-cita Anida mulai berubah, cita-cita yang dahulu ingin menjadi seorang guru berubah karena melihat keadaan keluarga dan tuntutan hidup.

 

Orang tua Anida adalah seorang peternak sapi perah. Anida sangat suka membantu pekerjaan ayahnya. Setiap hari libur Anida pasti membantu ayahnya menyabit rumput ke gunung. Sebelum masuk Sekolah Menengah Kejuruan, Anida memutuskan untuk mengambil jurusan Pemasaran dengan alasan agar bisa merubah keadaan keluarga kelak dengan sebuah cita-cita besar ingin memiliki usaha sendiri dengan ilmu pemasaran yang memadai.  Merubah cita-cita pertama Anida yang tadinya ingin jadi seorang guru, menjadi seorang ahli dibidang pemasaran. Setidaknya ketika Anida menjadi seorang ahli pemasaran bukan hanya menjadi peternak sapi perah saja, tetapi menjadi pengusaha sapi perah (Bandar) Anida begitu sangat bersemangat dalam belajar dan menggapai mimpi itu.

 

Merajut setiap mimpinya, langkah apa yang akan diambinyal kelak setelah lulus sekolah, mau kuliah kemana, jurusan apa, sampai mau kerja dahulu di mana, sudah Anida persiapkan segalanya dalam benak dan rencana hidupnya.  Namun qadarullah takdir Allah berkata lain, ketika di kelas XII saat mendekati waktu kelulusan Anida diminta oleh orang tua untuk menikah dengan suami Anida yang sekarang. Memang itu adalah pertemuan yang tidak disangka, takdir yang tidak pernah diduga sebelumnya. Akhirnya Anida memutuskan untuk menuruti permintaan orangtua dengan alasan, apapun yang mereka katakan dan minta adalah yang terbaik bagi Anida. Anida yakin ridha mereka adalah ridha Allah juga.

 

Setelah menikah muda, Anida sempat down bahkan sampai mengubur mimpi Anida untuk kuliah dan menjadi seorang pengusaha. Karena suaminya adalah seorang pendidik dan pengurus di sebuah pesantren. Mau tidak mau Anida harus membantu perjuangannya dalam membangun pesantren. Akhirnya Anida kuliah mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) di sebuah Sekolah Tinggi di Bandung. Pada akhirnya mimpi Anida pun kembali ke awal menjadi seorang guru. Apakah Dia menyesal? Tidak, karena seiring berjalannya waktu Allah tidak membiarkan Anida terus terpuruk karena tidak bisa meraih mimpi Anida sebelum menikah. Anida yakin dengan jalan cerita dari Allah yang tidak akan pernah merugikan Anida.

 

Mungkin cita-cita yang selama ini Anida impikan memang tidak terwujud dalam sebuah kenyataan. Tapi kita bisa belajar dari kisahnya bahwa ketika Allah memilihmu untuk menjalani takdir darinya bukankah itu merupakan jalan terbaik dari Allah untuk hambanya. Kamu tidak bisa menjudge bahwa sesuatu tidak adil terjadi dalam kehidupan kamu atau orang lain karena semua pasti memiliki jalan ceritanya masing-masing kamu tidak akan pernah tahu bagaimana masa depan akan kamu jalani karena semua itu misteri. Tugasmu hanyalah menjalani semuanya ketika Allah memilihmu, mungkin jalan cerita yang Allah pilih untukmu itu berduri, terjal dan menyakitkan tapi yakinlah di hari esok nanti kebahagiaan pasti menunggumu di ujung jalan sana.

 

Kemarin adalah masalalu, hari ini adalah kenyataan yang sedang dijalani dan hari esok adalah misteri yang tak akan pernah kita tahu akan seperti apa. Jangan pernah mengeluh tentang hari esok jalani saja hari ini penuh keyakinan dan tetaplah berpikiran lurus.~

 


Cinta Adalah Hakikat Keberadaanmu

 


Cintai Diri:Pahami Hakikat Keberadaan 

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّما خَلَقْناكُمْ عَبَثاً وَ أَنَّكُمْ إِلَيْنا لا تُرْجَعُونَ فَتَعالَى اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لا إِلهَ إِلاَّ هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَريم

A fa ḥasibtum annamā khalaqnākum 'abaṡaw wa annakum ilainā lā turja'ụn Fata'ālallāhul-malikul-ḥaqq, lā ilāha illā huw, rabbul-'arsyil-karīm,

 

Artinya: "Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ´Arsy yang mulia." (QS. Al-Mukminuun (23): 115-116)

 

Memahami hakikat keberadaanmu di dunia ini. Kita menyadari bahwa kehidupan tiada lain hanyalah terdiri dari menit dan detik. Ia tidak lain hanyalah terdiri dari siang dan malam. Tiada lain hanyalah terdiri dari hembusan-hembusan nafas. Memang waktu adalah hidup; waktu lebih terasa berharga daripada emas dan perak; waktu adalah segalanya lebih berharga dari apapun di dunia ini. Akan tetapi, pernahkah kamu pahami apa hakikat keberadaanmu di dunia ini? sebelum kamu memahami yang lainnya, pahami terlebih dahulu apa hakikat keberadaanmu di dunia ini, sebab dengan menyadari hal ini, akan membuat kamu menyadari harus melangkah kearah mana hidupmu. Bahkan dengan menyadari hakikat keberadaanmu di dunia ini, akan membuat diri kamu lebih termotivasi untuk kembali bangkit menatap masa depan.

Mengapa Kamu Hidup?

Kamu boleh saja menganggap hidupmu telah berakhir dan tidak ada gunanya lagi untuk hidup. Tapi, kamu tidak berhak untuk mengakhiri hidup. Sebelum kamu bertekad untuk mengakhiri hidupmu, pernahkah kamu bertanya pada dirimu, "mengapa aku hidup?" ini adalah pertanyaan yang paling mendasar yang pasti setiap orang pernah mempertanyakan pertanyaan ini. Apakah kamu tercipta begitu saja, menjalani kehidupan mengalir dengan sendirinya? Tanpa ada yang menciptakan dan mengendalikan kehidupan? Tentu tidak kan? Ada begitu banyak hakikat keberadaanmu yang mesti kamu sadari.

Allah Tak Pernah Menciptakan Sesuatu dengan Sia-sia 

Saya pernah mengalami hari, di mana keadaan saya ketika itu begitu sangat terpuruk, bersedih dengan kepedihan yang begitu dalam, serasa hidup sudah tidak adil dan tidak ada artinya lagi, bahkan saya pernah kehilangan harapan dan mimpi untuk kembali bangkit. Seolah orang-orang di sekeliling saya begitu kejam. Mereka tidak mengerti perasaan, keinginan dan mimpi saya. Sampai-sampai merasa, mereka semua telah merenggut kebahagiaan saya. Akan tetapi, di satu malam saya menyadari sesuatu. Ketika itu tepat pada malam pergantian tahun baru masehi, tepat pukul 00.10 WIB saya melaksanakan shalat tahajud, berusaha mencari ketenangan hati. Saya tersadar ketika itu, bahwa waktu terus berjalan meski bagaimanapun saya terluka dan kecewa, waktu akan terus belalu tanpa menghiraukan. Saya termenung memikirkan sesuatu kala itu. Sebenarnya apa tujuan Allah memberikan hidup bagi saya, untuk apa? Jika Allah memberikan saya hidup lalu kenapa Allah membiarkan saya terluka seperti ini? Itulah beberapa pertanyaan yang muncul dalam benak saya ketika itu. 

 

Tepat ketika kembang api di luar meledak-ledak dengan meriahnya, saya tersadar bahwa Allah berikan saya hidup bukan untuk main-main, saya adalah makhluk-Nya yang diciptakannya dengan sempurna, tugas saya sebagai manusia adalah untuk beribadah, menjadi kepanjangan tangan-Nya sebagai khalifah di muka bumi ini. Saya boleh saja merasa kecewa dengan sikap orang tua ketika itu, yang memutuskan sesuatu dengan sepihak hingga mengecewakan saya. Mereka adalah jalan yang dipilih Allah untuk melahirkan saya kedunia ini, tapi tetap hakikat kehidupan saya adalah karena kuasa-Nya.

 

"Allah tidak pernah menciptamu dengan kesia-siaan, pasti ada rencananya yang begitu besar yang belum kamu sadari sepenuhnya." Ya, itulah kata-kata yang terucap ketika saya mencoba menguatkan hati dan meluruskan pikiran. Hakikat keberadaan saya bukanlah sebuah kesia-siaan, saya hanya perlu membuka mata hati dan pikiran. Bahwa tugas utama saya di dunia ini hanyalah untuk beribadah kepada Allah bukan sebaliknya; terus terpuruk dalam kesedihan, membiarkan setan tertawa mentertawakan kepedihan hati saya, kehilangan harapan untuk melanjutkan mimpi dan hidup. Terlalu tidak berfaedah jika hal itu terus saya lakukan.

Cintai Dirimu Karena Kamu Istimewa 

Kiat-kiat yang bisa kamu lakukan agar selalu ingat dengan apa sebenarnya hakikat keberadaan kita di dunia ini adalah dengan mencintai dirimu dan keadaan yang terjadi dalam hidupmu. Selalu melihat dan merenungkan setiap kejadian yang terjadi di dalam kehidupan, belajar dan terus membuka mata hati dan diri untuk melihat begitu besarnya karunia Allah Ta'ala untuk kita, dia tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Bahkan nyamuk yang kita anggap merugikan Allah pasti letakkan kebaikan di dalamnya.

Allah berikan rasa sakit agar kita belajar bagaimana caranya untuk

bangkit. (@yani_dayanti)


Meraih Keikhlasan Hati

 



Sebuah Keikhlasan Hati

Meraih sebuah keikhlasan hati yang pada kenyataannya, kehidupan tidak akan selamanya berjalan mulus. Kenyataan yang mesti dihadapi seringkali membuat ketidakseimbangan dalam hati dan pikiran seseorang. Bahkan sering kali dijumpai kebuntuan dalam mencari jalan keluar dari sebuah permasalahan yang sedang dijalani. Keikhlasan hati dalam suasana penuh ketidakpastian akan membuat kita mengeluh dan kurang bersyukur. Kita akan cepat merasa marah dan selalu menyalahkan keadaan maupun lingkungan sekitar. Godaan kehidupan dunia, tak bisa kita hindari. Sebagai manusia, kita juga punya hawa nafsu yang kadang bisa diluar kendali. Karena berbagai masalah dan ujian hidup yang semakin terasa sulit dan melilit. Jika terus dibiarkan amarah ini akan merusak kondisi psikis pada diri seseorang. Untuk itu kita perlu mengendalikan emosi dengan tidak membiarkannya terlalu lama bercokol dalam hati dan juga pikiran.

Dolf Zillmann, ahli psikologi dari University of Alabama seperti yang dikutip dari buku Emotional Intelligence mengungkapkan bahwa pemicu amarah yang universal adalah perasaan terancam bahaya. Ancaman disini bukan saja mengenai ancaman fisik secara langsung saja, tetapi sering juga terjadi oleh ancaman simbolis terhadap harga diri atau martabat; diperlakukan tidak adil atau dikasari, dihujat, dicaci maki atau diremehkan, diftnah, didzalimi merupakan penderitaan bagi yang mengalaminya. Sebagai manusia yang memiliki dorongan syahwat (fujur), adalah wajar memiliki opsi untuk balas dendam.

Dapatkah Meraih Keikhlasan Hati dalam Suasana Hati Penuh Amarah?

 Akankah ketika seseorang melampiaskan amarah dengan membabi-buta, dalam bentuk membalas dendam (mengikuti syahwatnya) kepada mereka yang telah menyakiti hati akan dapat menyembuhkan rasa marah dan rasa kecewanya? Dapatkah Ia meraih keikhlasan hati? Tentu tidak! Justru itu bisa membuat seseorang jauh terlibat masalah baru yang mungkin lebih besar dari masalah sebelumnya dan membuat konektivitas dengan Allah menjadi hancur. Sebab maksiat dan dosa membuat Allah justru memurkainya. Ingat apapun yang terjadi pada diri kita, itu adalah hasil perbuatan tangan kita sendiri.

مَّآ أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ ٱللَّهِ ۖ وَمَآ أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ ۚ وَأَرْسَلْنَٰكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًا
 "Apa saja kebaikan yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri." QS. An-Nisa:79.

 Rasa kecewa yang terus menerus diperbesar dengan kemarahan dan ketidakterimaan, akan menghantarkan seseorang pada jalan hidup yang gelap. Marah karena ia merasa menjadi korban atas perilaku-perilaku menyakitkan dari mereka yang telah berbuat buruk pada dirinya. Tetapi sebaliknya ketika kita bisa meredam amarah dan melampiaskan rasa marah yang begitu membuncah dengan hati dan pikiran yang terbuka, maka ketenangan dan kebahagiaanlah yang akan dirasakan.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَهُ دَعَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُءُوسِ الْخَلاَئِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ اللَّهُ مِنَ الْحُورِ مَا شَاءَ »

Artinya: “Barangsiapa yang menahan kemarahannya padahal dia mampu untuk melampiaskannya maka Allah Ta’ala akan memanggilnya (membanggakannya) pada hari kiamat di hadapan semua manusia sampai (kemudian) Allah membiarkannya memilih bidadari bermata jeli yang disukainya” (HR Abu Dawud no. 4777, at-Tirmidzi no. 2021, Ibnu Majah no. 4186 dan Ahmad 3/440).

Ada sebuah kisah dalam Al Quran yang bisa kita ambil pelajarannya, dimana ketika Amarah yang mengendalikan diri dan hati, bukanlah kebaikan serta keikhlasan hati yang terjadi tetapi justru suatu keburukan dan kesulitan yang malah menjadi pada diri.

"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan kegelapan berlapis-lapis, "Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang dzalim." Maka Kami kabulkan doanya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman." QS. Al-Anbiya:87-88.

Sungguh hanya kemuliaanlah yang akan didapatkan ketika seseorang bisa menahan amarah agar tidak terlampiaskan dengan cara yang salah dan merugikan diri sendiri. begitu banyak manfaat ketika seseorang bisa bersabar dalam menahan amarahnya, padahal ia bisa kapan saja melampiaskan amarahnya seketika itu. Maka, "Yakinlah, ada sesuatu yang menantimu setelah sekian banyak kesabaran (yang kau jalani), yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa betapa pedihnya rasa sakit." Ali bin Abi Thalib.~

Terkadang manusia bingung dan hilang arah dalam melampiaskan amarah karena kekecewaan yang mendalam akan takdir hidup. Terus merasa semakin terpuruk dan merasa paling terkucilkan dalam kehidupan. Merasa diri paling terdzalimi, dengan ujian yang sedang dijalani. Hingga sampai pada kondisi di mana ia memang betul-betul seperti bukan dirinya yang utuh, yang sebenarnya. kondisi dimana ia bersikap di luar kontrol. Adanya dorongan untuk lari dari kenyataan, dorongan untuk menutupi kesalahan diri dengan melakukan kebohongan, atau bahkan adanya dorongan untuk melakukan kamuflase atau kepura-puraan.

Ikhlaskan Hati dengan meredam Amarah

Dalam bukunya Al Farj Ba'da Asy-Syiddah', At-Tanukhi berkata: "Sesungguhnya kesulitan apa saja, betapapun besarnya, dan betapapun lamanya, tidak akan selamanya dialami seseorang dan tidak akan terus-terusan menghimpitnya. Manakala telah begitu kuat menghimpit dan terasa sangat ketat, itu adalah pertanda jalan keluar telah dekat; dan kebaikan justru datang di puncak kesulitan."

Ikhlaskan Hati dengan Menerima Takdir-Nya

Pernahkan kalian berkata seperti ini, "Mengapa harus aku yang mengalami ini Ya Allah?", " Bagaimanakah caraku mengikhlaskan hati menerima semua masalah ini?".  Ketika mengalami sebuah ujian atau musibah, yakinkanlah pada diri bahwa Allah tidak mungkin salah menakdirkan. Engkaulah yang telah Allah pilih untuk merasakan musibah tersebut.

"Tapi kenapa harus aku. Bukankah aku menjalankan ketaatan kepada Allah, aku Shalat, aku menutup aurat, aku juga beribadah terus kepada Allah?"

Jawabannya karena Allah memang memilihmu. Musibah itu sudah diizinkan untuk hinggap mengenai dirimu bukan orang lain. Seperti yang Allah jelaskan dalam sebuah Firman-Nya:

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

Artinya: "Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." QS. At-Taghabun:11.

Alih-alih marah dengan dengan takdir-Nya, cobalah untuk kita pahami bahwa ujian itu merupakan isyarat Allah sayang kepadamu. Karena seringkali musibah efektif untuk menyadarkan diri seorang manusia akan hal yang perlu diperbaiki dalam hidupnya. Mungkin ada kedzaliman pada diri terhadap orang lain. Ketika Allah memilih kita untuk menerima ujian atau musibah itu, maka pahami isyarat kasih sayang-Nya. Allah sedang mendidik dirimu. Allah sedang merencanakan hal terbaik untuk hidupmu untuk beberapa waktu mendatang, Dia sedang mempersiapkan dirimu menjadi orang terbaik, menjadi teladan bagi banyak orang. Hanya saja engkau harus bisa menjalani ujian tersebut dengan baik dan hati yang ikhlas.

 

وَعَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَنْ كَفَّ غَضَبَهُ كَفَّ اَللَّهُ عَنْهُ عَذَابَهُ ) أَخْرَجَهُ اَلطَّبَرَانِيُّ فِي اَلْأَوْسَطِ. وَلَهُ شَاهِدٌ: مِنْ حَدِيثِ اِبْنِ عُمَرَ عِنْدَ اِبْنِ أَبِي اَلدُّنْيَا.

Dari Anas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa mampu menahan amarahnya Allah akan menahan dirinya dari adzab-Nya.” Riwayat Thabrani dalam kitab al-Ausath.

Ikhlaskan Hati dengan Memaafkan Oranglain

Di titik episode masalah dengan sesama manusia, kita harus bisa berusaha menggapai ridha dari Allah. Bentuknya adalah dengan memaafkan kesalahan orang lain terhadap diri kita, dan menahan amarah saat kita mampu membalaskan segala penderitaan yang disebabkan oleh orang lain. Memaafkan dan mengendalikan amarah ternyata mampu mengubah penderitaan menjadi kesehatan mental untuk diri kita sendiri. Dengan mental yang sehat itulah kita akan mampu melangkah pada jalan yang benar.

……. وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

" …... dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan". QS. Ali Imran:134.

 وَالْكٰظِمِينَ الْغَيْظَ (dan orang-orang yang menahan amarahnya) Yakni yang menyembunyikan kemarahan mereka dan menahannya dalam hati mereka, sehingga tidak berbuat zalim kepada seorangpun sebab kemarahan mereka. Dikatakan (كظم غيظه) apabila ia mendiamkannya dan tidak memperlihatkannya. وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ (dan memaafkan (kesalahan) orang) Yakni tidak membalas kesalahan yang dilakukan orang lain kepada mereka padahal ia berhak untuk mendapat balasan. Dan ini apabila mereka sebenarnya mampu untuk membalas. (lihat Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah).

"kesalahan itu ibarat seseorang meminum air panas dan memaafkan adalah meminum air dingin setelahnya."

~ Hermansyah.S.T.M.M.

(Penulis buku Menjadi bijak melihat dengan hati)

Memang ketika kita memaafkan kesalahan orang lain tidak semudah itu menghilangkan rasa sakit dan luka yang telah mereka berikan untuk kita, namun setidaknya dengan memaafkan kita telah meredakan amarah kita agar tidak terlampiaskan dengan cara yang salah. Karena sesungguhnya penyebab terbesar kesedihan kita adalah pikiran kita untuk membalas dendam dan enggan memberi maaf. Padamkan api kebencian, permusuhan, dan pemutusan silaturahmi dengan memberi maaf dan berlapang dada (Ikhlas). Percayalah, bahwa Allah akan meridhaimu.

Kasihanilah orang yang menyakitimu, terutama orang yang terus-terusan melakukan itu, karena dialah yang patut engkau kasihani. Teruslah berpegang teguh pada kitab Allah yang terus menyeru kita untuk memberi maaf, mengasihi, dan menahan amarah, karena itu termasuk penyebab kebahagiaan. Hasan bin Wahab berkata: "Di antara konsekuensi-konsekuensi cinta ialah memaafkan saudara-saudaramu dan berlapang dada terhadap berbagai kekurangan mereka." Tidak semua orang di sekeliling kita akan bersikap baik dan memiliki sifat yang baik pula. Al Kindi berkata, " Bagaimana mungkin kamu menghendaki dari temanmu atau saudaramu satu perlakuan tertentu, padahal dia mempunyai empat wakat. Cukuplah bagimu, jika kamu memperoleh dari saudaramu sebagian besar dari yang kamu inginkan." Bahkan Abu Darda pun berkata," Mendapatkan cela pada saudaramu adalah lebih baik daripada kehilangan dia sama sekali." Jadi maafkanlah mereka, karena tidak semua orang yang kita kenal memiliki sifat yang sempurna seperti apa yang kita harapkan.

Menurut Zillman, ketika amarah sedang memuncak coba carilah selingan. Selingan disini adalah dengan adanya proses pendinginan, yaitu mencoba meredam amarah dengan sesuatu yang menyenangkan. Karena orang yang sedang marah, sebenarnya dapat mengerem siklus meningkatnya pikiran jahat dengan mencari selingan ini. Dalam temuannya Diane Tice menemukan strategi-strategi yang cukup efektif untuk meredakan amarah, salah satu yang paling efektif adalah pergi menyendiri sembari mendinginkan amarah tersebut. Karena kita adalah seorang muslim, hamba Allah yang begitu sangat disayangi-Nya, kita memiliki Allah yang selalu ada di sisi kita, cobalah untuk mencari selingan dan waktu menyendiri ini dengan cara lebih mendekat kepada-Nya, curahkan dan curhatkan kekesalan, amarah dan kecewa kita pada seseorang hanya kepada Dia Allah yang tidak akan pernah menyakiti dan menghianati kita. Kemudian sadari dan maafkan kesalahan mereka yang telah menorehkan luka yang membuat kita marah, bahkan membuat kita ingin segera membalaskan dendam dan melampiaskan kemarahan itu. Karena sejatinya pelampiasan yang buruk, tak akan pernah mengubah kenyataan jadi membaik. Tetapi pelampiasan yang baik pasti akan mengubah kondisi kenyataan kearah yang lebih baik. Lampiaskan saja segala beban beratmu dengan menangis dan bersujud kepada Rabb semesta alam. Karena kenyataan terbaik, akan segera kita dapati.

Setelah kita berlapang dada memaafkan kesalahan oranglain, langkah selanjutnya cobalah untuk ikhlaskan hati menerima setiap masalah dan ujian dalam hidup sebagai jalan takdir Allah yang harus kita jalani dengan sepenuh hati. Karena bagi mereka yang mampu berpikir tentang kemahabesaran Allah dari setiap ujian yang ia hadapi, Allah akan tunjukan kepadanya berbagai makna tersembunyi dari ujia tersebut. Kita hadapi dan serahkan semua kententuan hidup hanya kepada Allah SWT saja, sejatinya kita hanya bisa menghadapi dan menjalani semua ritme ujian apapun yang terjadi pada kehidupan kita. Tugas kita hanya menjalani semuanya dengan tuntunan Al Quran dan Hadits. Sebab keduanya adalah syarat sahnya titerima sebuah amalan shaleh, setelah ikhlas di dalam hati.

Sebenarnya apa yang membuat kita bisa terus bertahan menjalani apapun? Apakah keluarga; ayah, ibu, anak, saudara, istri, suami? Apakah harta kita? Apakah karena jabatan kita? Apakah karena ilmu dan kekuatan kita? Tentu, bukan itu. Karena jika kita menggantungkannya pada material, pada makhluk, maka kita akan menjadi rapuh. Sebab mereka juga sama, sama lemahnya seperti diri kita. Sejatinya yang membuat kita terus bertahan dan bersabar mengarungi cerita dan derita hidup ini adalah karena harapan kita pada Allah SWT, maka segerahlah serahkan semuanya, pasrahkan segalanya, serta ikhlaskan semua beban amarahmu hanya kepadaNya.

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ

"Tiada daya (untuk menjauhi maksiat) dan tiada kekuatan (untuk berbuaat taat) kecuali dengan pertolongan Allah."

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

"Sesungguhnya kami milik Allah dan hanya kepada-Nya kami akan kembali."

Cukuplah Allah sebagai penolongmu dalam meraih keikhlasan hati, tidak ada yang lainnya yang pantas kita jadikan sandaran untuk menyerahkan segala kekesalan dan harapan dalam hidup. Ingat kita adalah hamba-Nya yang sangat beruntung dan bahagia yang hidup dengan mengemban kalimat "Laa ilaaha illalooh, muhamadur Rosulullooh", sesungguhnya Allah telah menggariskan untuk kita cara tertentu untuk hidup dengan bahagia. Serahkan segalanya pada Allah dan raihlah keikhlasan hati dengannya, karena sesungguhnya Allah ta'ala yang paling mengetahui hal-ihwal tentangmu, Maha Tahu akan keluhanmu, dan Maha Mendengar dengan jeritan dan derita hatimu.

أَمَّن يُجِيبُ ٱلْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ ...

Artinya: "Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya?..." QS. An-Naml:62.

Meraih keikhlasan hati selalu tenanglah dan jangan berburuk sangka kepada Allah, karena jalan keluar sebenarnya begitu sangat dekat. Raihlah keikhlasan hati dengan menyerahkan segala urusan dalam hidupmu hanya kepada Allah SWT. ~Wallahu a'alam bishawab~

Pornografi Perusak Kehidupan

  Pornografi The Drug Of The New Milenium Pornograpi adalah narkoba yang mengubah otak penggunanya secara radikal. ini adalah zat yang sanga...