Tampilkan postingan dengan label tujuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tujuan. Tampilkan semua postingan

Big Why Kenapa Pilih Ngeblog

 



Big Why Kenapa Harus Ngeblog?

Kenapa Harus Nulis?

   Menulis merupakah salah satu media yang bisa kita gunakan untuk mengekspresikan diri, mengungkapkan pendapat, keinginan dan minat diri. Banyak yang dapat kita peroleh ketika kita mulai memantapkan diri untuk menulis. Menulis bukan hanya sekedar untuk menebar kebermanfaatan, namun juga untuk mengasah kemampuan dan mengembangkan potensi diri. Mereka yang memutuskan untuk mulai menulis pasti memiliki "Big Why" Alasan terbesar mereka mulai menulis. Begitupun saya semenjak juni 2019 lalu mulai memberanikan diri mulai menekuni hobi menulis. Berawal mengikuti grup nulis bareng, kemudian mulai mengikuti event-event nulis, hingga ikut gabung bersama komunitas ODOP (One Day One Post) selama hampir 70 hari nggak berhenti menulis. Alhamdulillah bisa lulus menjadi keluarga besar ODOP ini.

        Dalam grup ODOP ini saya mulai tertarik dunia Blogger, mulai penasaran bagaimana menulis di blog dan mulai membentangkan sayap di dunia blogger ini (Hehehe kayak burung aja). Lalu kenapa sih orang harus memiliki Big Why dalam melakukan sesuatu? karena segala sesuatu tanpa adanya alasan yang kuat, tujuan yang jelas dan tekad yang kuat tidak akan maksimal dalam prosesnya dan tidak akan memuaskan nanti dalam hasilnya. Karena segala sesuatu yang dilakukan setengah hati akan menghasilkan hal yang setengah jadi. So, begitu sangat pentingnya "Big Why" dalam melakukan segala sesuatu.

 

Big Why Kenapa Harus Ngeblog?

Ada beberapa alasan yang menjadi motivasi saya untuk terus nulis di blog, yaitu:

  • Pertama Mengikat Ilmu

Umar bin Al-Khaththab Radliyallahu 'anhu berkata,

قَيِّدُوا الْعِلْمَ بِالْكِتَابِ

 Ikatlah ilmu dengan tulisan." (Abdur Ra'uf Al-Munawi, Faidlul Qadir, Juz 4, hlm. 530, no. 6167)

Kebanyakan ilmu adalah hasil mendengar, sedangkan hati terkadang tidak kuasa untuk menghafalnya maka tulisan hadir sebagai pengikat dan pengingat. Lupa merupakan hal yang manusiawi bagi semua orang. Bahasa Arabnya "lupa" yaitu "nisyan" yang seakar kata dengan lafadz "insan" artinya manusia, tempatnya salah dan lupa.

pernah nggak kalian mendapat suatu pengetahuan kemudian ketika kamu membutuhkan kembali pengetahuan itu kamu malah lupa. Nah alasan pertama saya mengapa pilih ngeblog yaitu untuk mengikat ilmu, mengabadikan apa yang pernah di dapat dalam sebuah tulisan dimana ketika saya butuh ada di blog dan bisa di baca kembali.  

  • Kedua Menulis Sebuah Kebenaran

Abu Sai’d Al-Khudri Radliyallahu‘anhu mengatakan: Rasulullah Saw. bersabda,

لَا تَكْتُبُوْا عَنِّي غَيْرُ القُرْآنِ

Janganlah kalian menulis dariku selain Alquran.” (HR. Muslim)

Ibnu Al-Atsir (606 H) menjelaskan maksud hadis ini adalah larangan mencatat hadis disatukan dengan Alquran dalam satu mushaf hingga bercampur dan menjadikan pembaca menganggap semuanya sama. (Jami’ al-Ushul, 8:32)

Hikmah adanya sebuah tulisan adalah kita mampu membedakan antara yang asli dan palsu, obat dan penyakit, kebaikan dan keburukan. Tulisan kita goreskan agar dunia membacanya, kemudian mereka mampu membedakan yang hak dan batil. Karena sebuah tulisan meskipun itu hanya satu kata, pasti bisa merubah dunia. Banyak diluaran sana tulisan-tulisan yang tidak baik, sumber yang tidak terpercaya atau bahkan menuliskan sebuah kebohongan. Nah alasan kedua saya menulis di blog adalah untuk mencoba membuat sebuah tulisan yang berisi suatu kebenaran dan sumber yang benar-benar dapat di percaya. karena terkadang tulisan kita bisa dijadikan sumber pengetahuan bagi seseorang. Mungkin menulis dengan sempurna saya belum bisa, setidaknya tulisan yang saya tulis bisa di jadikan pembanding dari tulisan-tulisan yang tersebar di luaran sana.

  • Ketiga Mengabadikan Ilmu

Rasulullah Saw bersabda:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ 

Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah darinya amalnya kecuali tiga. Shadaqah jariyah, ilmu yang dimanfaatkannya, atau anak salih yang mendoakannya.” (HR. Muslim, Sahih Muslim, 5:73:4310).

Ilmu menjadi tolak ukur dalam memahami segala sesuatu. Ilmu dikatakan bermanfaat, apabila orang yang berilmu dapat mengamalkan ilmunya untuk di terapkan. Apabila ilmu tidak diabadikan dalam sebuah tulisan baik itu berbentuk buku ataupun media lain, maka bagaimana orang lain akan mempelajari ilmu tersebut? Sehingga manfaat ilmu dapat tersebar secara terus menerus dengan menorehkannya ke dalam tulisan yang baik dan benar.

  • Keempat Warisan Terbaik

Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, sesungguhnya mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang telah mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Ilmu adalah warisan terbaik yang dapat diberikan oleh orang tua untuk anaknya. Mewariskan ilmu yang sangat bermanfaat untuk kehidupan anak- anak kita di masa yang akan datang. Mungkin tulisan saya bukan apa-apa untuk sekarang, tapi kelak ketika anak-anak membacanya semoga bisa menjadi sumber penerang bagi mereka dan menjadi sebuah motivasi bagi mereka untuk terus melakukan hal-hal baik.

Tidak di pungkiri, kita bisa mengtahui sejarah kehidupan di masalalu adalah dengan tulisan-tulisan dari masa lalu, bahkan kita belajar segala hal dari warisan para orangtua terdahulu. Menulislah untuk meninggalkan warisan terbaik bagi generasi kita selanjutnya, menulislah untuk memperbaiki peradaban.

  • Kelima Menyalurkan 20.000 kata

    Louanne Brizendine(2006) Dalam bukunya “The Female Brain”, menyatakan bahwa perempuan mengeluarkan 20.000 kata perhari dibandingkan laki-laki yang hanya menggunakan rata-rata sebanyak 7.000 kata setiap harinya. Hal inilah yang menjadikan kita semua perempuan membutuhkan sarana untuk menyalurkan kelebihan kita ini dalam bentuk lain yang lebih bermanfaat.

Salah satunya dengan menulis, dari pada kita berbicara tidak penting, memikirkan hal yang tidak bermanfaat, lebih baik kita tulis semua yang ingin kita sampaikan melalui sebuah tulisan yang dapat menginspirasi orang lain. Salah satu media yang saya pilih untuk menyalurkan 20.000 kata itu adalah dengan menulis di blog ini.

  • Keenam Agar Tetap Waras

Aktifitas menulis tidak dapat terlepas dari kebiasaan membaca, karena dengan membaca kita mampu melahirkan tulisan-tulisan yang luar biasa. Semakin banyak membaca, semakin kaya wawasan yang mencerdaskan. Selain mencerdaskan, menulis juga dapat menstabilkan emosi. Di balik sibuknya diri dalam keseharian, kita perlu adanya sarana untuk mengeluarkan unek-unek dan beban di jiwa. Salah satunya dengan menulis di blog ini saya bisa mengugkapkan semua unek-unek dan beban dalam hidup serta harapan dalam hidup. 

  • Ketujuh Waktu Luang Menjadi Bermanfaat

Nabi Muhammad bersabda:

"Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang." (HR. Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Di balik kesibukan kita dalam keseharian, kita harus mampu memanfaatkan waktu luang. Mengisinya dengan kegiatan yang bermanfaat untuk diri dan orang lain. Menulis di blog menjadi salah satu pilihan saya dalam mengisi waktu luang, di tengah kesibukan sebagai ibu rumah tangga dan seorang pendidik. Harus mampu membagi waktu dan terus berkarya meski kadang merasa lelah, tapi dengan menulis melewati hari-hari terasa begitu ringan.

  • Kedelapan Berbagi Motivasi Diri

Allah Ta’ala berfirman,

ﻟَّﻘَﺪْ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺃُﺳْﻮَﺓٌ ﺣَﺴَﻨَﺔٌ ﻟِّﻤَﻦ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺮْﺟُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺍْﻷَﺧِﺮَ ﻭَﺫَﻛَﺮَ ﺍﻟﻠﻪَ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS. Al-Ahzab: 21).

Para ulama dahulu sangat paham bahwa murid mereka tidak hanya mengambil ilmu darinya, tetapi juga mencontoh bagaimana penerapan ilmu mereka. Sebagai seorang pendidik ataupun bukan, kita harus bisa menjadi pemberi motivasi yang menginspirasi bagi orang lain untuk mereka berani melangkah, berubah dan menebar kebiasaan menulis. Menjadi seseorang yang mampu memotivasi dan menginspirasi orang lain, melalui karya-karya kita yang nyata dan mengunggah hati. Karena mungkin saja hidayah Allah datang kepada seseorang ketika mereka membaca sebuah tulisan atau karya kita.

  • Kesembilan Menebar Kebermanfaatan Diri

Pada hakikatnya, apapun tujuan kita menulis, selama itu dilakukan dengan tujuan yang baik, Insya Allah akan menghasilkan kebaikan pula. Di mana pun kita berada, apapun atribut yang kita sandang tidak menjadi sebuah permasalahkan, karena yang paling penting adalah kita menulis sesuatu secara maksimal sesuai dengan apa yang menjadi minat kita dan terus menerus belajar serta memperbaiki kualitas tulisan kita sepanjang waktu.

Sebuah riwayat menyebutkan: “Sebaik-baik manusia di antara kamu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.” (H.R. Bukhari).

Menebar kebermanfaatan bisa dilakukan melalui berbagai hal dan berbagai cara. Sedikit ikhtiar kita semoga selalu menjadi sebuah kebaikan untuk diri dan orang lain. Aamiin.

         Mungkin itulah ke sembilan Big Why Kenapa pilih ngeblog, sebenarnya ada berjuta alasan yang tidak bisa di tulisan di sini. Cukup saya dan Tuhanlah yang tahu. Hehe


Pangalengan, 03 Maret 2021.

 

 


Pornografi Perusak Kehidupan

  Pornografi The Drug Of The New Milenium Pornograpi adalah narkoba yang mengubah otak penggunanya secara radikal. ini adalah zat yang sanga...