Tampilkan postingan dengan label Nasihat Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasihat Hati. Tampilkan semua postingan

Ketika Allah Memilihmu

 


Payung memang tak bisa hentikan derasnya hujan, tapi dengan adanya payung setidaknya kita masih bisa berjalan di tengah derasnya hujan. Begitupula dengan kesabaran, ketika Allah memilihmu untuk menjalani sebuah ujian kehidupan yakinlah Dia Allah SWT memberimu itu bukan tanpa tujuan dan maksud yang salah.~

***

KETIKA ALLAH MEMILIHMU: Jangan Pernah Salahkan Takdir 


 Allah telah memilihmu, keberadaanmu hari ini ada di dunia karena sudah termaktub dalam takdir dari-Nya. Dia Allah telah memilihmu untuk menjalani kehidupanmu saat ini. Kamu adalah seorang pemenang, patut kamu syukuri bahwa ketika kamu bisa terlahir ke dunia ini karena melalui proses kompetisi. Kamu terlahir ke dunia melalui berbagai rintangan terlebih dahulu. Sebelum kamu terlahir sebagai manusia sempurna, kamu adalah salah satu dari jutaan sel sperma yang berada di dalam Rahim ibumu. Berkompetisi dengan jutaan sel sperma lainnya untuk menjadi seorang pemenang. Dengan izin dari-Nya kamu terpilih menjadi seorang pemenang itu. Jadikanlah mental pemenang terus tumbuh dalam diri dan pikiranmu. Jangan sampai karena kesedihan, penderitaan, keterpurukan dan kepahitan dalam hidup mengalahkan mental pemenang yang ada dalam dirimu. Kamu kuat karena Allah telah memilihmu sebagai pemenang itu. 

Allah Ta'ala berfirman:

وَلَا تَهِنُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Wa lā tahinụ wa lā taḥzanụ wa antumul-a'launa ing kuntum mu`minīn

Artinya: "Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman". QS. Ali 'imran (3):139.

 

Seorang mukmin itu harus kuat, karena ini adalah bukti kecintaanmu pada-Nya. Yang telah memilihmu untuk menjalani kehidupan di dunia ini. kuat dalam menjalani setiap ujian dari-Nya, terus lalui dan bangkit dari setiap kesulitan dalam kehidupan. Berpegang teguh dengan pertolongan-Nya, Jangan pernah merasa lemah dan terus bersedih hati karena ujian yang Allah berikan untukmu. 


Dari sesuatu yang kita anggap buruk, di sanalah letak kebaikan yang sebenarnya.


Kisah nyata seorang pemuda, meninggalkan tanggungjawabnya sebagai pengajar di sebuah madrasah, demi mengejar impiannya menjadi ulama. Bertahun-tahun Ia menuntut ilmu di beberapa Pondok Pesantren, berpindah-pindah dari satu pesantren ke Persantren lainnya, berharap impiannya menjadi seorang ulama segera berbuah kenyataan. Akan tetapi Allah berkehendak lain, Allah Ta'ala telah memilihnya untuk kembali berjihad menjadi seorang pengajar di madrasah yang telah ia tinggalkan.

 

Pemuda itu sempat bersedih hati karena kenyataan yang terjadi padanya, Ia tidak mengerti mengapa usaha yang selama ini Ia usahakan tidak berbuah keberhasilan, Ia hanya bisa terus menjalani apa yang telah terjadi sekarang dalam takdirnya. Akhirnya pemuda itupun kembali menjadi seorang pengajar di madrasah, meninggalkan impiannya menjadi seorang ulama. Allah tidak pernah salah menetapkan takdir baginya, kini pemuda itu menjadi salah seorang penggerak kebangkitan madrasah itu; berawal dari santri yang sedikit, kini santri pun bertambah banyak, pembelajaran di madrasah semakin membaik, renovasi demi renovasi terus dilakukan, madrasah yang dulunya ia sempat tinggalkan, kini menjadi ladang jihad paling mulia yang ia dapatkan.

 

Begitulah Allah tidak mungkin salah dalam memilihmu untuk menjalani setiap kesulitan dan ujian dalam kehidupanmu. Setiap takdir dari-Nya adalah ketetapan terbaik untukmu. Meskipun jalan berduri yang harus kamu lewati, meskipun bara api yang harus kamu lalui. Yakinlah Allah tidak akan pernah salah dalam menakdirkan. Pahamailah isyarat cinta dari-Nya, karena bisa saja kesulitan demi kesulitan yang Dia berikan adalah bukti kecintaannya untukmu. Allah sedang mendidikmu menjadi hamba-Nya yang kelak lebih dewasa dalam menjalani kehidupan dan menjadi sosok yang lebih sempurna serta layak di sebut sebagai hamba-Nya yang paling mulia.


Bukan, bukan salah takdir yang menetapkan. Tapi karena akhlak yang diutamakan, bisa saja apa yang kita pandang buruk dari sesuatu, terdapat berjuta kebaikan di dalamnya untuk diri kita. (@yani_dayanti)

 

Ketika Allah mengujimu dengan kesedihan, kehilangan dan ketakutan beruntunglah kamu telah Allah pilih untuk menjalani semua itu. Tanda Allah menyayangi hamba-Nya bukan hanya dengan diberikannya ujian berupa kesenangan saja tapi tanda Allah menyayangi hamba-Nya bisa berupa kesedihan dan hal serupa lainnya. Saat pertahanan hati mulai runtuh katakanlah pada diri "aku baik-baik saja" yakin atas segala pertolongan Allah dan tetap berbaik sangka atas apa yang telah diberikan-Nya untukmu.

Belajar dari kisah Anida, dahulu ketika Anida masih anak-anak, Anida sempat kagum dengan salah satu sosok guru waktu di SD, beliau adalah sosok guru yang penuh wibawa, dengan pribadi yang berkarakter, penuh kasih dalam mendidik. Anida sangat termotivasi untuk bisa menjadi seperti beliau, ya dulu mimpi Anida ingin menjadi seorang guru.

 

Seiring berjalannya waktu ketika Anida duduk di bangku SMP, Anida sangat suka sekali maju ke depan untuk mengulas pembelajaran. Ketika guru meminta seseorang maju ke depan pasti Anida akan menjadi orang pertama yang mengajukan diri. Saat itu serasa Anida menjadi seorang guru yang sedang mengajar di dalam kelas. Bahkan ketika guru tidak ada dan harus menulis pelajaran, maka Anida akan menjadi orang pertama yang mengajukan diri untuk menulis di papan tulis ataupun mendikte pembelajaran yang harus di tulis oleh semua teman-temannya di kelas. Cita-cita Anida untuk menjadi seorang guru semakin kuat ketika itu. Beranjak kebangku Sekolah Menengah Kejuruan cita-cita Anida mulai berubah, cita-cita yang dahulu ingin menjadi seorang guru berubah karena melihat keadaan keluarga dan tuntutan hidup.

 

Orang tua Anida adalah seorang peternak sapi perah. Anida sangat suka membantu pekerjaan ayahnya. Setiap hari libur Anida pasti membantu ayahnya menyabit rumput ke gunung. Sebelum masuk Sekolah Menengah Kejuruan, Anida memutuskan untuk mengambil jurusan Pemasaran dengan alasan agar bisa merubah keadaan keluarga kelak dengan sebuah cita-cita besar ingin memiliki usaha sendiri dengan ilmu pemasaran yang memadai.  Merubah cita-cita pertama Anida yang tadinya ingin jadi seorang guru, menjadi seorang ahli dibidang pemasaran. Setidaknya ketika Anida menjadi seorang ahli pemasaran bukan hanya menjadi peternak sapi perah saja, tetapi menjadi pengusaha sapi perah (Bandar) Anida begitu sangat bersemangat dalam belajar dan menggapai mimpi itu.

 

Merajut setiap mimpinya, langkah apa yang akan diambinyal kelak setelah lulus sekolah, mau kuliah kemana, jurusan apa, sampai mau kerja dahulu di mana, sudah Anida persiapkan segalanya dalam benak dan rencana hidupnya.  Namun qadarullah takdir Allah berkata lain, ketika di kelas XII saat mendekati waktu kelulusan Anida diminta oleh orang tua untuk menikah dengan suami Anida yang sekarang. Memang itu adalah pertemuan yang tidak disangka, takdir yang tidak pernah diduga sebelumnya. Akhirnya Anida memutuskan untuk menuruti permintaan orangtua dengan alasan, apapun yang mereka katakan dan minta adalah yang terbaik bagi Anida. Anida yakin ridha mereka adalah ridha Allah juga.

 

Setelah menikah muda, Anida sempat down bahkan sampai mengubur mimpi Anida untuk kuliah dan menjadi seorang pengusaha. Karena suaminya adalah seorang pendidik dan pengurus di sebuah pesantren. Mau tidak mau Anida harus membantu perjuangannya dalam membangun pesantren. Akhirnya Anida kuliah mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) di sebuah Sekolah Tinggi di Bandung. Pada akhirnya mimpi Anida pun kembali ke awal menjadi seorang guru. Apakah Dia menyesal? Tidak, karena seiring berjalannya waktu Allah tidak membiarkan Anida terus terpuruk karena tidak bisa meraih mimpi Anida sebelum menikah. Anida yakin dengan jalan cerita dari Allah yang tidak akan pernah merugikan Anida.

 

Mungkin cita-cita yang selama ini Anida impikan memang tidak terwujud dalam sebuah kenyataan. Tapi kita bisa belajar dari kisahnya bahwa ketika Allah memilihmu untuk menjalani takdir darinya bukankah itu merupakan jalan terbaik dari Allah untuk hambanya. Kamu tidak bisa menjudge bahwa sesuatu tidak adil terjadi dalam kehidupan kamu atau orang lain karena semua pasti memiliki jalan ceritanya masing-masing kamu tidak akan pernah tahu bagaimana masa depan akan kamu jalani karena semua itu misteri. Tugasmu hanyalah menjalani semuanya ketika Allah memilihmu, mungkin jalan cerita yang Allah pilih untukmu itu berduri, terjal dan menyakitkan tapi yakinlah di hari esok nanti kebahagiaan pasti menunggumu di ujung jalan sana.

 

Kemarin adalah masalalu, hari ini adalah kenyataan yang sedang dijalani dan hari esok adalah misteri yang tak akan pernah kita tahu akan seperti apa. Jangan pernah mengeluh tentang hari esok jalani saja hari ini penuh keyakinan dan tetaplah berpikiran lurus.~

 


Cinta Adalah Hakikat Keberadaanmu

 


Cintai Diri:Pahami Hakikat Keberadaan 

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّما خَلَقْناكُمْ عَبَثاً وَ أَنَّكُمْ إِلَيْنا لا تُرْجَعُونَ فَتَعالَى اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لا إِلهَ إِلاَّ هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَريم

A fa ḥasibtum annamā khalaqnākum 'abaṡaw wa annakum ilainā lā turja'ụn Fata'ālallāhul-malikul-ḥaqq, lā ilāha illā huw, rabbul-'arsyil-karīm,

 

Artinya: "Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ´Arsy yang mulia." (QS. Al-Mukminuun (23): 115-116)

 

Memahami hakikat keberadaanmu di dunia ini. Kita menyadari bahwa kehidupan tiada lain hanyalah terdiri dari menit dan detik. Ia tidak lain hanyalah terdiri dari siang dan malam. Tiada lain hanyalah terdiri dari hembusan-hembusan nafas. Memang waktu adalah hidup; waktu lebih terasa berharga daripada emas dan perak; waktu adalah segalanya lebih berharga dari apapun di dunia ini. Akan tetapi, pernahkah kamu pahami apa hakikat keberadaanmu di dunia ini? sebelum kamu memahami yang lainnya, pahami terlebih dahulu apa hakikat keberadaanmu di dunia ini, sebab dengan menyadari hal ini, akan membuat kamu menyadari harus melangkah kearah mana hidupmu. Bahkan dengan menyadari hakikat keberadaanmu di dunia ini, akan membuat diri kamu lebih termotivasi untuk kembali bangkit menatap masa depan.

Mengapa Kamu Hidup?

Kamu boleh saja menganggap hidupmu telah berakhir dan tidak ada gunanya lagi untuk hidup. Tapi, kamu tidak berhak untuk mengakhiri hidup. Sebelum kamu bertekad untuk mengakhiri hidupmu, pernahkah kamu bertanya pada dirimu, "mengapa aku hidup?" ini adalah pertanyaan yang paling mendasar yang pasti setiap orang pernah mempertanyakan pertanyaan ini. Apakah kamu tercipta begitu saja, menjalani kehidupan mengalir dengan sendirinya? Tanpa ada yang menciptakan dan mengendalikan kehidupan? Tentu tidak kan? Ada begitu banyak hakikat keberadaanmu yang mesti kamu sadari.

Allah Tak Pernah Menciptakan Sesuatu dengan Sia-sia 

Saya pernah mengalami hari, di mana keadaan saya ketika itu begitu sangat terpuruk, bersedih dengan kepedihan yang begitu dalam, serasa hidup sudah tidak adil dan tidak ada artinya lagi, bahkan saya pernah kehilangan harapan dan mimpi untuk kembali bangkit. Seolah orang-orang di sekeliling saya begitu kejam. Mereka tidak mengerti perasaan, keinginan dan mimpi saya. Sampai-sampai merasa, mereka semua telah merenggut kebahagiaan saya. Akan tetapi, di satu malam saya menyadari sesuatu. Ketika itu tepat pada malam pergantian tahun baru masehi, tepat pukul 00.10 WIB saya melaksanakan shalat tahajud, berusaha mencari ketenangan hati. Saya tersadar ketika itu, bahwa waktu terus berjalan meski bagaimanapun saya terluka dan kecewa, waktu akan terus belalu tanpa menghiraukan. Saya termenung memikirkan sesuatu kala itu. Sebenarnya apa tujuan Allah memberikan hidup bagi saya, untuk apa? Jika Allah memberikan saya hidup lalu kenapa Allah membiarkan saya terluka seperti ini? Itulah beberapa pertanyaan yang muncul dalam benak saya ketika itu. 

 

Tepat ketika kembang api di luar meledak-ledak dengan meriahnya, saya tersadar bahwa Allah berikan saya hidup bukan untuk main-main, saya adalah makhluk-Nya yang diciptakannya dengan sempurna, tugas saya sebagai manusia adalah untuk beribadah, menjadi kepanjangan tangan-Nya sebagai khalifah di muka bumi ini. Saya boleh saja merasa kecewa dengan sikap orang tua ketika itu, yang memutuskan sesuatu dengan sepihak hingga mengecewakan saya. Mereka adalah jalan yang dipilih Allah untuk melahirkan saya kedunia ini, tapi tetap hakikat kehidupan saya adalah karena kuasa-Nya.

 

"Allah tidak pernah menciptamu dengan kesia-siaan, pasti ada rencananya yang begitu besar yang belum kamu sadari sepenuhnya." Ya, itulah kata-kata yang terucap ketika saya mencoba menguatkan hati dan meluruskan pikiran. Hakikat keberadaan saya bukanlah sebuah kesia-siaan, saya hanya perlu membuka mata hati dan pikiran. Bahwa tugas utama saya di dunia ini hanyalah untuk beribadah kepada Allah bukan sebaliknya; terus terpuruk dalam kesedihan, membiarkan setan tertawa mentertawakan kepedihan hati saya, kehilangan harapan untuk melanjutkan mimpi dan hidup. Terlalu tidak berfaedah jika hal itu terus saya lakukan.

Cintai Dirimu Karena Kamu Istimewa 

Kiat-kiat yang bisa kamu lakukan agar selalu ingat dengan apa sebenarnya hakikat keberadaan kita di dunia ini adalah dengan mencintai dirimu dan keadaan yang terjadi dalam hidupmu. Selalu melihat dan merenungkan setiap kejadian yang terjadi di dalam kehidupan, belajar dan terus membuka mata hati dan diri untuk melihat begitu besarnya karunia Allah Ta'ala untuk kita, dia tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Bahkan nyamuk yang kita anggap merugikan Allah pasti letakkan kebaikan di dalamnya.

Allah berikan rasa sakit agar kita belajar bagaimana caranya untuk

bangkit. (@yani_dayanti)


MUSLIMAH YANG DIRINDUKAN SURGA

  Dirindukan Surga: Seperti Apakah Wanita Yang Dirindukan Surga?

"Dari Imran bin Husain, bahwa Rasulullah pernah menyatakan ‘sesungguhnya penghuni surga yang paling sedikit adalah kaum wantia’. Dalam kisah isra’ mi’rajnya Nabi juga dijelaskan bahwa Nabi banyak melihat kaum wanita di neraka."

 (HR Muslim)

 

Menjadi seorang wanita yang dirindukan surga bukanlah hal yang instan. perlu adanya pengorbanan dan hal yang harus kamu lakukan. Wanita seperti apakah yang dirindukan surga? yang pasti bukan mereka yang sering melalaikan tugas dan kewajibannya sebagi wanita, bukan mereka yang terlena dengan mewahnya kehidupan dunia, dan bukan pula mereka yang membuang-buang waktunya dengan kesia-siaan.

 Kriteria wanita muslimah yang dirindukan surga

Ada beberapa kriteria wanita yang dirindukan surga, diantaranya:  

1.  Menjaga shalat 5 waktu dan shaum Ramadlan, menjaga kehormatan dan taat kepada suami

عَنْ  وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِعَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا شِئْتِ.

 Dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf ra., ia berkata: Rasulullah Saw. bersabda, "Jika seorang wanita selalu menjaga salat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina), dan taat kepada suaminya, maka dikatakan pada wanita tersebut, 'Masuklah ke surga melalui pintu mana pun yang engkau suka'." (HR Ahmad, sahih)

 

 Kriteria wanita muslimah yang dirindukan surga yang pertama ada mereka yang menjaga shalat, puasa, kemaluan dan yang taat kepada suaminya. Banyak di luaran sana wanita yang bahkan menyepelekan kewajibannya sebagai seorang hamba-Nya, lalai akan kewajibannya. Dengan berbagai alasan yang ada padanya mereka menomor duakan kewajibannya itu. Bahkan tidak sedikit wanita di luaran sana yang bangga mempertontonkan auratnya, dengan tanpa merasa bersalah justru mereka mengumbar nafsunya hanya demi meraih popularitas dunia. Bangga dengan dirinya yang suka bergonta-ganti pasangan dengan dalih mencari pasangan yang pas dengan jalan (Pacaran).
Mereka bukan tidak tahu hukumnya tapi mereka hanya mengikuti hawa nafsunya. Menjadi kriteria wanita yang dirindukan surga harus dimulai dari hal terkecil yaitu perbaiki hubunganmu dengan Allah Ta'ala sebagai penciptamu terlebih dahulu.

 

 

2.  Istiqamah dan khusyu’ dalam ketaatan, bersedekah dan banyak menyebut (asma) Allah

 

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِماتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِناتِ وَالْقانِتِينَ وَالْقانِتاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِراتِ وَالْخاشِعِينَ وَالْخاشِعاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِماتِ وَالْحافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحافِظاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيراً وَالذَّاكِراتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْراً عَظِيماً

"Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS. Al-Ahzab: 35)

 

 Dalam  firman-Nya Allah Ta'ala jarang sekali menyebutkan laki-laki dan perempuan secara berpasangan. Hal ini  bahwa Maha Adilnya Allah Ta'ala dalam memberikan pahala baik kepada laki-laki dan perempuan. Ketika kita sebagai seorang wanita yang istiqamah dan khusyu dalam beribadah apapun maka balasan Allah tidak akan pernah mengecewakanmu.

 

3.      Taat kepada suami dan tidak nusyuz

الرِّجالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّساءِ بِما فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلى بَعْضٍ وَبِما أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوالِهِمْ فَالصَّالِحاتُ قانِتاتٌ حافِظاتٌ لِلْغَيْبِ بِما حَفِظَ اللَّهُ وَاللاَّتِي تَخافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلاً إِنَّ اللَّهَ كانَ عَلِيًّا كَبِيراً.

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. An-Nisa: 34)

 

Suami adalah orang pertama yang harus seorang wanita taati setelah Allah di dalam keluarga. Karena suami adalah surga dan neraka bagi seorang wanita yang menjadi seorang istri. Ketika suami tidak meridhai sesuatu perkara yang ada padamu maka dengan ikhlas karena Allah tinggalkanlah perkara itu selama itu baik di mata agama dan Allah Ta'ala. Janganlah menjadi wanita yang nusyuz, wanita yang membangkang, durhaka, dan abai terhadap ridha suami.

 

4.      Izin suami ketika keluar rumah dan tidak tabarruj

 

وَقَرْنَ فِى بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ ٱلْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتِينَ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِعْنَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ ٱلرِّجْسَ أَهْلَ ٱلْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya." (QS. Al-Ahzab: 33)

  

5.      Tidak mengolok-olok, mencela, dan memanggil orang lain dengan gelar-gelar yang buruk

 

يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسى أَنْ يَكُونُوا خَيْراً مِنْهُمْ وَلا نِساءٌ مِنْ نِساءٍ عَسى أَنْ يَكُنَّ خَيْراً مِنْهُنَّ وَلا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلا تَنابَزُوا بِالْأَلْقابِ بِئْسَ الاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ.

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim. (QS. Al-Hujurat: 11)

 

6.      Saling menjadi pakaian antara suami dan istri

 

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيامِ الرَّفَثُ إِلى نِسائِكُمْ هُنَّ لِباسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِباسٌ لَهُنَّ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتابَ عَلَيْكُمْ وَعَفا عَنْكُمْ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا ما كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ.

Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, (QS. Al-Baqarah: 187)

 

kisah Nabi Ibrahim A.S yang datang ke rumah anaknya Nabi Ismail A.S dan bertemu dengan istrinya. Beliau bertanya bagaimana keadaan rumah tangganya dengan Nabi Ismai, dan istrinya pun menjawab “Rumah tanggaku buruk, aku miskin, susah, suamiku tidak baik!!” Lalu beliau berkata, “Tolong katakan pada Ismail jika ia pulang ‘Ganti pagar pintu rumahnya.” Nabi Ismail pun mengerti bahwa istri seperti itu tidak dapat dipertahankan, maka ia ceraikan. Ketika Nabi Ismail menikah lagi dan Nabi Ibrahim datang ke rumahnya serta bertemu dengan istri Nabi Ismail. Beliau bertanya dengan pertanyaan yang sama. Istri baru Nabi Ismail menjawab, “Alhamdulillah semua baik, alhamdulillah rumah tanggaku baik, rumah tanggaku luar biasa dan diberkahi oleh Allah.” Dan Nabi Ibrahim mengatakan kepada istri baru anaknya untuk mempertahankan pagar pintu rumahnya. “Artinya istri yang seperti ini lah yang harus dipertahankan, karena ia adalah istri yang salehah,”

 

7.      Mendidik anak dengan baik

Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa diuji dengan anak-anak perempuan dengan sesuatu, kemudian dia tetap berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak perempuan tersebut bisa menjadi penghalang baginya dari api neraka.”

 

8.      Sabar ketika sakit

Ibnu Abbas ra. pernah bercerita kepada ‘Atha bin Abi Rabah, “Ada seorang wanita yang datang ke Rasulullah SAW dan berkata, ‘Wahai Nabi, aku menderita penyakit sejenis ayan, bila penyakit itu kumat aku tidak sadar sampai membuka auratku, berdoalah kepada Allah agar menyembuhkanku.’ Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam berkata, ‘Bila kamu mau bersabar maka bagimu surga, tetapi bila tidak maka aku bisa mendoakanmu kepada Allah.’ Wanita tadi menjawab . ‘Baiklah aku bersabar, tetapi doakan agar aku tak sampai membuka aurat.’ Maka, Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam pun mendo’akannya.”

 

9.       Saling tolong menolong, amar ma’ruf nahyi munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat,  dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya

 

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِناتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِياءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ.

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. At-Taubah: 71)

 

10.   Ikhlas terhadap kekurangan suami

 

يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّساءَ كَرْهاً وَلا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ ما آتَيْتُمُوهُنَّ إِلاَّ أَنْ يَأْتِينَ بِفاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ وَعاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئاً وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْراً كَثِيراً.

“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa: 19)

 

11.   Selalu berusaha untuk tidak kufur kepada suami

 

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ.

“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907). 

    Dari ke-sepuluh kriteria wanita muslimah yang dirindukan surga yang saya sebutkan sebelumnya, semoga ada pada diri kita semua sebagai seorang wanita muslimah sejati. Jikapun belum marilah kita terus memperbaiki diri, berikhtiar menggapai kesempurnaan diri dan merai ridha Allah Ta'ala agar kita layak menjadi penghuni surga-Nya dan dirindukan kehadirannya di Surga-Nya kelak. Aamiin

Pornografi Perusak Kehidupan

  Pornografi The Drug Of The New Milenium Pornograpi adalah narkoba yang mengubah otak penggunanya secara radikal. ini adalah zat yang sanga...