Pornografi Perusak Kehidupan

 

Pornografi The Drug Of The New Milenium


Pornograpi adalah narkoba yang mengubah otak penggunanya secara radikal. ini adalah zat yang sangat adiktif. sekarang, dengan berkembangnya  internet, tingkat kecanduan pornografi telah melonjak ke tingkat yang pada awalnya diyakini sebagai hal yang mustahil. Ada sekelompok manusia serakah, jahat dan bekerja sangat efektif yang memahami kekuatan besar pornografi. Mereka memahami proses otak dan tahu persis cara memanfaatkannya untuk keuntungan yang sangat maksimal. Mereka adalah para produsen porogarafi di internet.

Pornografi adalah racun erotis, memicu respon yang begitu kuat dan kita tidak memiliki mekanisme alami untuk mengatasinya. Ini beban yang sempurna dan meyeluruh. Banyak yang mulai "terjerumus" dalam pornografi tanpa mengetahui kekuatannya yang sangat besar, baru kemudian menyadarinya setelah mereka kecanduan. 

Pornografi menimbulkan kecanduan bak narkoba yang menggerogoti


Kecanduan ponograpi merupakan masalah kejiwaan yang serius. Ada beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa porografi dapat menimbulkan kecanduan. Dari hasil penelitian mereka memberikan bukti klinis yang menyebutkan bahwa secara resmi memasukkan seks dan pornografi sebagai "kecanduan" dalam DSM (Diagnostic Statistical Mental Disorder atau Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa). 

ketika seseorang telah kecanduan pornografi mereka sudah di ibaratkan menjadi pecandu narkoba. Peneliti dari University of Cambridge melakukan penelitian untuk melihat isi otak pasien kecanduan ponografi. Penelitian dilakukan dengan menganalisis hasil pemindaian otak melalui CT Scan kepada 19 orang pasien, hasil penelitian menyatakan bahwa aktivitas otak orang yang kecanduan pornografi sama dengan aktivitas otak para pecandu narkoba. Mengapa? karena sebagaimana narkoba yang berjalan menuju reseptor di otak dan bagian tubuh lainnya, berusaha untuk "meniru" neurotransmitter alami tubuh. Akibatnya sebagaimana obat/ narkoba tersebut mencoba untuk 'membohongi' tubuh agar melepaskan zat kimia alami atau zat kimia engogennya sendiri. Sebagaimana yang kita anda lihat dari gambar saluran, pornografi "meniru" keintiman seksual dan 'membohongi' tubuh untuk melepaskan aliran zat kimia endogen, persis yang dilakukan oleh obat-obatan dari apotik atau narkoba. 

"Pornografi tidak seperti obat, ia adalah gabungan obat yang diproses secara endogen yang memberikan kenikmatan sensorik yang tinggi, namun menyesatkan."


Jika anda sedang berjuang melawan "ketergantungan Zat" pornografi, ketahuilah bahwa ada harapan yang besar untuk pemulihan penuh dan kembali ke kehidupan yang sehat dan bahagia. Membebaskan diri dari kecanduan pornografi:

Langkah pertama: Ubah pikiran, membangun model mental dan kebiasaan baru melalui latihan sehari-hari

Konsep "kecanduan pornografi yang permanen" sangat berlawanan dengan penemuan otak terbaru, yang telah membuktikan secara meyakinkan bahwa: otak manusia itu Neuro plastik, yang berarti bahwa struktur fisik otak dan sirkuitnya bisa berubah, dapat diubah, dan lunak! dalam bukunya The Mind And The Brain, Neuroplasticity And The Power Of Mental Force Neuro Psiokolog terkenal di dunia, Dr Jeff Ey Schwartz menyatakan: Otak memiliki kekuatan yang menakjubkan untuk belajar dan melupakan, untuk beradaptasi dan berubah, untuk memahat prasasti dari pengalaman-pengalaman kita. 

Apa yang perlu disadari oleh para pencandu pornografi adalah kamu tidak dapat sembuh dengan struktur otak (sirkuit kecanduan) yang kamu miliki saat ini. Kamu harus membentuk sirkuit otak yang baru, Kamu harus menciptakan sebuah 'otak baru'. Konsep kunci pertama adalah: Kamu tidak akan membuat kemajuan yang signifikan atau permanen dalam proses pemulihan sampai anda melepaskan diri dari 'siklus obsesif komfulsif siklus obsesif kompulsif'. Sebelum kamu dapat melarikan diri dari jebakan pornografi, kamu  harus belajar dulu bahwa hanya sekedar berusaha keras bukanlah jawabannya. Pendekatan ini telah menjerumuskan kamu kedalam siklus penghidaran yang tidak memberikan jalan keluar. Kamu harus mengubah sirkuit otakmu dengan dua cara yang sangat penting: Pertama, melalui studi pengulangan harian, kembangkan sikap dan pemahaman yang sehat tentang seksualitas. Kedua, dari pada takut akan stimulus dan godaan seksual, berlatihlah menghadapi berdebat dan menjawab stimulus tersebut dengan cara produktif dan sehat.

Langkah kedua: Jaga diri dan lakukan perawatan diri setiap hari secara rutin dan konsisten.

Banyak orang berada dalam kondisi paling rentan terhadap godaan pornografi saat mereka merasa segala sesuatu tidak berjalan dengan baik kehidupan pribadinya, pernikahannya, anak-anaknya, pekerjaannya, kesehatannya dan keuangannya. Meraka harus belajar bahwa setiap kali mereka merasa bosan, lelah, lapar, amarah atau sendirian, stress, takut, atau terangsang mereka beresiko untuk kecanduan. (BLAST) pada awalnya dikembangkan oleh terapis dan Gray.

Daripada menggunakan pornografi dan merangsang diri sendiri, jadilah kreatif dan perluas daftar hal-hal yang dapat menciptakan kesenangan yang sehat, tidak berbeda dengan perokok yang mulai mengganti permen sebagai pengganti rokoknya. Secara harfiah, ubahlah apa yang otak kamu inginkan dengan cara menerapkan solusi sehat ketika merasa BLAST (Bosan, Lelah/Lapar, Amarah, Stress dan Takut). 

Langkah ketiga: Mencintailah lagi-peliharalah hubungan yang sehat dan intim dengan pasangan Kamu.

Langkah keempat: Bukalah mata, tulislah dan nilai kemajuan secara konsisten.

Kamu bisa mengubah efek negatif dari masa lalu. Kamu bisa membebaskan diri dari kebiasaan lama yang dominan dan kecanduan serta bergerak maju untuk menjadi semua yang Kamu inginkan. Kamu dapat merangkul dan menikmati semua cinta, kedamaian, kesuksesan, dan kebahagiaan yang telah Allah Ta'ala siapkan. Kamu hanya perlu menerima dua hadiah berharga yaitu pengampunan dan perubahan yang telah diberikan secara bebas kepada Kamu. 

#RCO9
#ReadingChallengeODOP9
#OneDayOnePost

Pornografi Perusak Kehidupan

  Pornografi The Drug Of The New Milenium Pornograpi adalah narkoba yang mengubah otak penggunanya secara radikal. ini adalah zat yang sanga...