Ketika Allah Memilihmu

 


Payung memang tak bisa hentikan derasnya hujan, tapi dengan adanya payung setidaknya kita masih bisa berjalan di tengah derasnya hujan. Begitupula dengan kesabaran, ketika Allah memilihmu untuk menjalani sebuah ujian kehidupan yakinlah Dia Allah SWT memberimu itu bukan tanpa tujuan dan maksud yang salah.~

***

KETIKA ALLAH MEMILIHMU: Jangan Pernah Salahkan Takdir 


 Allah telah memilihmu, keberadaanmu hari ini ada di dunia karena sudah termaktub dalam takdir dari-Nya. Dia Allah telah memilihmu untuk menjalani kehidupanmu saat ini. Kamu adalah seorang pemenang, patut kamu syukuri bahwa ketika kamu bisa terlahir ke dunia ini karena melalui proses kompetisi. Kamu terlahir ke dunia melalui berbagai rintangan terlebih dahulu. Sebelum kamu terlahir sebagai manusia sempurna, kamu adalah salah satu dari jutaan sel sperma yang berada di dalam Rahim ibumu. Berkompetisi dengan jutaan sel sperma lainnya untuk menjadi seorang pemenang. Dengan izin dari-Nya kamu terpilih menjadi seorang pemenang itu. Jadikanlah mental pemenang terus tumbuh dalam diri dan pikiranmu. Jangan sampai karena kesedihan, penderitaan, keterpurukan dan kepahitan dalam hidup mengalahkan mental pemenang yang ada dalam dirimu. Kamu kuat karena Allah telah memilihmu sebagai pemenang itu. 

Allah Ta'ala berfirman:

وَلَا تَهِنُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Wa lā tahinụ wa lā taḥzanụ wa antumul-a'launa ing kuntum mu`minīn

Artinya: "Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman". QS. Ali 'imran (3):139.

 

Seorang mukmin itu harus kuat, karena ini adalah bukti kecintaanmu pada-Nya. Yang telah memilihmu untuk menjalani kehidupan di dunia ini. kuat dalam menjalani setiap ujian dari-Nya, terus lalui dan bangkit dari setiap kesulitan dalam kehidupan. Berpegang teguh dengan pertolongan-Nya, Jangan pernah merasa lemah dan terus bersedih hati karena ujian yang Allah berikan untukmu. 


Dari sesuatu yang kita anggap buruk, di sanalah letak kebaikan yang sebenarnya.


Kisah nyata seorang pemuda, meninggalkan tanggungjawabnya sebagai pengajar di sebuah madrasah, demi mengejar impiannya menjadi ulama. Bertahun-tahun Ia menuntut ilmu di beberapa Pondok Pesantren, berpindah-pindah dari satu pesantren ke Persantren lainnya, berharap impiannya menjadi seorang ulama segera berbuah kenyataan. Akan tetapi Allah berkehendak lain, Allah Ta'ala telah memilihnya untuk kembali berjihad menjadi seorang pengajar di madrasah yang telah ia tinggalkan.

 

Pemuda itu sempat bersedih hati karena kenyataan yang terjadi padanya, Ia tidak mengerti mengapa usaha yang selama ini Ia usahakan tidak berbuah keberhasilan, Ia hanya bisa terus menjalani apa yang telah terjadi sekarang dalam takdirnya. Akhirnya pemuda itupun kembali menjadi seorang pengajar di madrasah, meninggalkan impiannya menjadi seorang ulama. Allah tidak pernah salah menetapkan takdir baginya, kini pemuda itu menjadi salah seorang penggerak kebangkitan madrasah itu; berawal dari santri yang sedikit, kini santri pun bertambah banyak, pembelajaran di madrasah semakin membaik, renovasi demi renovasi terus dilakukan, madrasah yang dulunya ia sempat tinggalkan, kini menjadi ladang jihad paling mulia yang ia dapatkan.

 

Begitulah Allah tidak mungkin salah dalam memilihmu untuk menjalani setiap kesulitan dan ujian dalam kehidupanmu. Setiap takdir dari-Nya adalah ketetapan terbaik untukmu. Meskipun jalan berduri yang harus kamu lewati, meskipun bara api yang harus kamu lalui. Yakinlah Allah tidak akan pernah salah dalam menakdirkan. Pahamailah isyarat cinta dari-Nya, karena bisa saja kesulitan demi kesulitan yang Dia berikan adalah bukti kecintaannya untukmu. Allah sedang mendidikmu menjadi hamba-Nya yang kelak lebih dewasa dalam menjalani kehidupan dan menjadi sosok yang lebih sempurna serta layak di sebut sebagai hamba-Nya yang paling mulia.


Bukan, bukan salah takdir yang menetapkan. Tapi karena akhlak yang diutamakan, bisa saja apa yang kita pandang buruk dari sesuatu, terdapat berjuta kebaikan di dalamnya untuk diri kita. (@yani_dayanti)

 

Ketika Allah mengujimu dengan kesedihan, kehilangan dan ketakutan beruntunglah kamu telah Allah pilih untuk menjalani semua itu. Tanda Allah menyayangi hamba-Nya bukan hanya dengan diberikannya ujian berupa kesenangan saja tapi tanda Allah menyayangi hamba-Nya bisa berupa kesedihan dan hal serupa lainnya. Saat pertahanan hati mulai runtuh katakanlah pada diri "aku baik-baik saja" yakin atas segala pertolongan Allah dan tetap berbaik sangka atas apa yang telah diberikan-Nya untukmu.

Belajar dari kisah Anida, dahulu ketika Anida masih anak-anak, Anida sempat kagum dengan salah satu sosok guru waktu di SD, beliau adalah sosok guru yang penuh wibawa, dengan pribadi yang berkarakter, penuh kasih dalam mendidik. Anida sangat termotivasi untuk bisa menjadi seperti beliau, ya dulu mimpi Anida ingin menjadi seorang guru.

 

Seiring berjalannya waktu ketika Anida duduk di bangku SMP, Anida sangat suka sekali maju ke depan untuk mengulas pembelajaran. Ketika guru meminta seseorang maju ke depan pasti Anida akan menjadi orang pertama yang mengajukan diri. Saat itu serasa Anida menjadi seorang guru yang sedang mengajar di dalam kelas. Bahkan ketika guru tidak ada dan harus menulis pelajaran, maka Anida akan menjadi orang pertama yang mengajukan diri untuk menulis di papan tulis ataupun mendikte pembelajaran yang harus di tulis oleh semua teman-temannya di kelas. Cita-cita Anida untuk menjadi seorang guru semakin kuat ketika itu. Beranjak kebangku Sekolah Menengah Kejuruan cita-cita Anida mulai berubah, cita-cita yang dahulu ingin menjadi seorang guru berubah karena melihat keadaan keluarga dan tuntutan hidup.

 

Orang tua Anida adalah seorang peternak sapi perah. Anida sangat suka membantu pekerjaan ayahnya. Setiap hari libur Anida pasti membantu ayahnya menyabit rumput ke gunung. Sebelum masuk Sekolah Menengah Kejuruan, Anida memutuskan untuk mengambil jurusan Pemasaran dengan alasan agar bisa merubah keadaan keluarga kelak dengan sebuah cita-cita besar ingin memiliki usaha sendiri dengan ilmu pemasaran yang memadai.  Merubah cita-cita pertama Anida yang tadinya ingin jadi seorang guru, menjadi seorang ahli dibidang pemasaran. Setidaknya ketika Anida menjadi seorang ahli pemasaran bukan hanya menjadi peternak sapi perah saja, tetapi menjadi pengusaha sapi perah (Bandar) Anida begitu sangat bersemangat dalam belajar dan menggapai mimpi itu.

 

Merajut setiap mimpinya, langkah apa yang akan diambinyal kelak setelah lulus sekolah, mau kuliah kemana, jurusan apa, sampai mau kerja dahulu di mana, sudah Anida persiapkan segalanya dalam benak dan rencana hidupnya.  Namun qadarullah takdir Allah berkata lain, ketika di kelas XII saat mendekati waktu kelulusan Anida diminta oleh orang tua untuk menikah dengan suami Anida yang sekarang. Memang itu adalah pertemuan yang tidak disangka, takdir yang tidak pernah diduga sebelumnya. Akhirnya Anida memutuskan untuk menuruti permintaan orangtua dengan alasan, apapun yang mereka katakan dan minta adalah yang terbaik bagi Anida. Anida yakin ridha mereka adalah ridha Allah juga.

 

Setelah menikah muda, Anida sempat down bahkan sampai mengubur mimpi Anida untuk kuliah dan menjadi seorang pengusaha. Karena suaminya adalah seorang pendidik dan pengurus di sebuah pesantren. Mau tidak mau Anida harus membantu perjuangannya dalam membangun pesantren. Akhirnya Anida kuliah mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) di sebuah Sekolah Tinggi di Bandung. Pada akhirnya mimpi Anida pun kembali ke awal menjadi seorang guru. Apakah Dia menyesal? Tidak, karena seiring berjalannya waktu Allah tidak membiarkan Anida terus terpuruk karena tidak bisa meraih mimpi Anida sebelum menikah. Anida yakin dengan jalan cerita dari Allah yang tidak akan pernah merugikan Anida.

 

Mungkin cita-cita yang selama ini Anida impikan memang tidak terwujud dalam sebuah kenyataan. Tapi kita bisa belajar dari kisahnya bahwa ketika Allah memilihmu untuk menjalani takdir darinya bukankah itu merupakan jalan terbaik dari Allah untuk hambanya. Kamu tidak bisa menjudge bahwa sesuatu tidak adil terjadi dalam kehidupan kamu atau orang lain karena semua pasti memiliki jalan ceritanya masing-masing kamu tidak akan pernah tahu bagaimana masa depan akan kamu jalani karena semua itu misteri. Tugasmu hanyalah menjalani semuanya ketika Allah memilihmu, mungkin jalan cerita yang Allah pilih untukmu itu berduri, terjal dan menyakitkan tapi yakinlah di hari esok nanti kebahagiaan pasti menunggumu di ujung jalan sana.

 

Kemarin adalah masalalu, hari ini adalah kenyataan yang sedang dijalani dan hari esok adalah misteri yang tak akan pernah kita tahu akan seperti apa. Jangan pernah mengeluh tentang hari esok jalani saja hari ini penuh keyakinan dan tetaplah berpikiran lurus.~

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pornografi Perusak Kehidupan

  Pornografi The Drug Of The New Milenium Pornograpi adalah narkoba yang mengubah otak penggunanya secara radikal. ini adalah zat yang sanga...