MUSLIMAH YANG DIRINDUKAN SURGA

  Dirindukan Surga: Seperti Apakah Wanita Yang Dirindukan Surga?

"Dari Imran bin Husain, bahwa Rasulullah pernah menyatakan ‘sesungguhnya penghuni surga yang paling sedikit adalah kaum wantia’. Dalam kisah isra’ mi’rajnya Nabi juga dijelaskan bahwa Nabi banyak melihat kaum wanita di neraka."

 (HR Muslim)

 

Menjadi seorang wanita yang dirindukan surga bukanlah hal yang instan. perlu adanya pengorbanan dan hal yang harus kamu lakukan. Wanita seperti apakah yang dirindukan surga? yang pasti bukan mereka yang sering melalaikan tugas dan kewajibannya sebagi wanita, bukan mereka yang terlena dengan mewahnya kehidupan dunia, dan bukan pula mereka yang membuang-buang waktunya dengan kesia-siaan.

 Kriteria wanita muslimah yang dirindukan surga

Ada beberapa kriteria wanita yang dirindukan surga, diantaranya:  

1.  Menjaga shalat 5 waktu dan shaum Ramadlan, menjaga kehormatan dan taat kepada suami

عَنْ  وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِعَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا شِئْتِ.

 Dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf ra., ia berkata: Rasulullah Saw. bersabda, "Jika seorang wanita selalu menjaga salat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina), dan taat kepada suaminya, maka dikatakan pada wanita tersebut, 'Masuklah ke surga melalui pintu mana pun yang engkau suka'." (HR Ahmad, sahih)

 

 Kriteria wanita muslimah yang dirindukan surga yang pertama ada mereka yang menjaga shalat, puasa, kemaluan dan yang taat kepada suaminya. Banyak di luaran sana wanita yang bahkan menyepelekan kewajibannya sebagai seorang hamba-Nya, lalai akan kewajibannya. Dengan berbagai alasan yang ada padanya mereka menomor duakan kewajibannya itu. Bahkan tidak sedikit wanita di luaran sana yang bangga mempertontonkan auratnya, dengan tanpa merasa bersalah justru mereka mengumbar nafsunya hanya demi meraih popularitas dunia. Bangga dengan dirinya yang suka bergonta-ganti pasangan dengan dalih mencari pasangan yang pas dengan jalan (Pacaran).
Mereka bukan tidak tahu hukumnya tapi mereka hanya mengikuti hawa nafsunya. Menjadi kriteria wanita yang dirindukan surga harus dimulai dari hal terkecil yaitu perbaiki hubunganmu dengan Allah Ta'ala sebagai penciptamu terlebih dahulu.

 

 

2.  Istiqamah dan khusyu’ dalam ketaatan, bersedekah dan banyak menyebut (asma) Allah

 

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِماتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِناتِ وَالْقانِتِينَ وَالْقانِتاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِراتِ وَالْخاشِعِينَ وَالْخاشِعاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِماتِ وَالْحافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحافِظاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيراً وَالذَّاكِراتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْراً عَظِيماً

"Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS. Al-Ahzab: 35)

 

 Dalam  firman-Nya Allah Ta'ala jarang sekali menyebutkan laki-laki dan perempuan secara berpasangan. Hal ini  bahwa Maha Adilnya Allah Ta'ala dalam memberikan pahala baik kepada laki-laki dan perempuan. Ketika kita sebagai seorang wanita yang istiqamah dan khusyu dalam beribadah apapun maka balasan Allah tidak akan pernah mengecewakanmu.

 

3.      Taat kepada suami dan tidak nusyuz

الرِّجالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّساءِ بِما فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلى بَعْضٍ وَبِما أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوالِهِمْ فَالصَّالِحاتُ قانِتاتٌ حافِظاتٌ لِلْغَيْبِ بِما حَفِظَ اللَّهُ وَاللاَّتِي تَخافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلاً إِنَّ اللَّهَ كانَ عَلِيًّا كَبِيراً.

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. An-Nisa: 34)

 

Suami adalah orang pertama yang harus seorang wanita taati setelah Allah di dalam keluarga. Karena suami adalah surga dan neraka bagi seorang wanita yang menjadi seorang istri. Ketika suami tidak meridhai sesuatu perkara yang ada padamu maka dengan ikhlas karena Allah tinggalkanlah perkara itu selama itu baik di mata agama dan Allah Ta'ala. Janganlah menjadi wanita yang nusyuz, wanita yang membangkang, durhaka, dan abai terhadap ridha suami.

 

4.      Izin suami ketika keluar rumah dan tidak tabarruj

 

وَقَرْنَ فِى بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ ٱلْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتِينَ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِعْنَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ ٱلرِّجْسَ أَهْلَ ٱلْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya." (QS. Al-Ahzab: 33)

  

5.      Tidak mengolok-olok, mencela, dan memanggil orang lain dengan gelar-gelar yang buruk

 

يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسى أَنْ يَكُونُوا خَيْراً مِنْهُمْ وَلا نِساءٌ مِنْ نِساءٍ عَسى أَنْ يَكُنَّ خَيْراً مِنْهُنَّ وَلا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلا تَنابَزُوا بِالْأَلْقابِ بِئْسَ الاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ.

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim. (QS. Al-Hujurat: 11)

 

6.      Saling menjadi pakaian antara suami dan istri

 

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيامِ الرَّفَثُ إِلى نِسائِكُمْ هُنَّ لِباسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِباسٌ لَهُنَّ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتابَ عَلَيْكُمْ وَعَفا عَنْكُمْ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا ما كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ.

Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, (QS. Al-Baqarah: 187)

 

kisah Nabi Ibrahim A.S yang datang ke rumah anaknya Nabi Ismail A.S dan bertemu dengan istrinya. Beliau bertanya bagaimana keadaan rumah tangganya dengan Nabi Ismai, dan istrinya pun menjawab “Rumah tanggaku buruk, aku miskin, susah, suamiku tidak baik!!” Lalu beliau berkata, “Tolong katakan pada Ismail jika ia pulang ‘Ganti pagar pintu rumahnya.” Nabi Ismail pun mengerti bahwa istri seperti itu tidak dapat dipertahankan, maka ia ceraikan. Ketika Nabi Ismail menikah lagi dan Nabi Ibrahim datang ke rumahnya serta bertemu dengan istri Nabi Ismail. Beliau bertanya dengan pertanyaan yang sama. Istri baru Nabi Ismail menjawab, “Alhamdulillah semua baik, alhamdulillah rumah tanggaku baik, rumah tanggaku luar biasa dan diberkahi oleh Allah.” Dan Nabi Ibrahim mengatakan kepada istri baru anaknya untuk mempertahankan pagar pintu rumahnya. “Artinya istri yang seperti ini lah yang harus dipertahankan, karena ia adalah istri yang salehah,”

 

7.      Mendidik anak dengan baik

Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa diuji dengan anak-anak perempuan dengan sesuatu, kemudian dia tetap berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak perempuan tersebut bisa menjadi penghalang baginya dari api neraka.”

 

8.      Sabar ketika sakit

Ibnu Abbas ra. pernah bercerita kepada ‘Atha bin Abi Rabah, “Ada seorang wanita yang datang ke Rasulullah SAW dan berkata, ‘Wahai Nabi, aku menderita penyakit sejenis ayan, bila penyakit itu kumat aku tidak sadar sampai membuka auratku, berdoalah kepada Allah agar menyembuhkanku.’ Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam berkata, ‘Bila kamu mau bersabar maka bagimu surga, tetapi bila tidak maka aku bisa mendoakanmu kepada Allah.’ Wanita tadi menjawab . ‘Baiklah aku bersabar, tetapi doakan agar aku tak sampai membuka aurat.’ Maka, Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam pun mendo’akannya.”

 

9.       Saling tolong menolong, amar ma’ruf nahyi munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat,  dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya

 

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِناتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِياءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ.

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. At-Taubah: 71)

 

10.   Ikhlas terhadap kekurangan suami

 

يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّساءَ كَرْهاً وَلا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ ما آتَيْتُمُوهُنَّ إِلاَّ أَنْ يَأْتِينَ بِفاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ وَعاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئاً وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْراً كَثِيراً.

“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa: 19)

 

11.   Selalu berusaha untuk tidak kufur kepada suami

 

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ.

“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907). 

    Dari ke-sepuluh kriteria wanita muslimah yang dirindukan surga yang saya sebutkan sebelumnya, semoga ada pada diri kita semua sebagai seorang wanita muslimah sejati. Jikapun belum marilah kita terus memperbaiki diri, berikhtiar menggapai kesempurnaan diri dan merai ridha Allah Ta'ala agar kita layak menjadi penghuni surga-Nya dan dirindukan kehadirannya di Surga-Nya kelak. Aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pornografi Perusak Kehidupan

  Pornografi The Drug Of The New Milenium Pornograpi adalah narkoba yang mengubah otak penggunanya secara radikal. ini adalah zat yang sanga...